Mahasiswa Unri Ajarkan Cara Membuat Pupuk Kompos dari Tankos Sawit

Bambang
681 view
Mahasiswa Unri Ajarkan Cara Membuat Pupuk Kompos dari Tankos Sawit
Ist
Usai memberikan materi mahasiswa berpose bersama

SIAK, datariau.com - Tim Kukerta Universitas Riau melaksanakan sosialisasi pembuatan pupuk kompos di Kampung Rempak, Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak. 

Bertempat di aula Kantor Desa, acara sosialisasi pembuatan pupuk kompos dihadiri oleh masyarakat Rempak, pejabat daerah setempat dan mahasiswa Kukerta dari UIN Suska Riau. 

Acara dibawakan langsung oleh Siti Rohimah, kemudian kata sambutan sekaligus pembukaan acara sosialisasi oleh Prawades selaku anggota Bapekam. Acara sosialisasi dilakukan dalam 2 sesi. Sesi pertama, penyampaian materi dan sesi ke 2 yaitu pelaksanaan pembuatan pupuk kompos secara langsung.

Materi pembuatan pupuk kompos disampaikan oleh Riki dan Satria, selaku Master of Training dalam acara sosialisasi tersebut.  Keduanya memaparkan, bahwa tahap awal pembuatan pupuk kompos dilakukan dengan menyiapkan alat dan bahan seperti tankos sawit, EM4, kotoran ternak, air cucian beras, gula merah, sekop dan terpal. 

Kemudian bahan-bahan itu dikombinasikan dan dicampurkan sesuai takaran. EM4 dan gula merah merupakan bahan yang berperan sebagai starter mikroorganisme dalam pembuatan pupuk kompos sehingga keduanya, wajib disiapkan dan ditakar sesuai dengan petunjuk. 

Selanjutnya, setelah kesemua bahan tersebut dicampurkan, maka pupuk ditutup dengan terpal dan dibiarkan selama kurang lebih 1 minggu dan siap digunakan.

"Pupuk kompos yang diolah dari limbah tankos sawit ini telah terbukti efektif dapat meningkatkan produksi panen sawit hingga 20 persen," ujar satria kepada masyarakat yang menyimak penyampaian materi.  

Usai penyampaian materi, masyarakat lalu diajak menuju ke lapangan kantor desa untuk melakukan pembuatan pupuk kompos secara langsung. 

Masyarakat Rempak terlihat antusias mengikuti proses pembuatan pupuk kompos tersebut.  Antusiasme masyarakat Rempak ini, tidak terlepas dari fakta bahwa kebanyakan dari mereka berprofesi sebagai petani sawit. Dan, umumnya mereka mengeluhkan akan banyaknya limbah tankos yang dihasilkan saat masa panen sawit, sehingga dibutuhkan solusi untuk mengatasi hal tersebut. 

Dengan adanya kegiatan sosialisasi ini, diharapkan masyarakat Rempak mampu mengolah limbah tankos sawit yang hanya menjadi pencemar bagi lingkungan, menjadi pupuk kompos yang berdaya guna tinggi dan tentunya bermanfaat bagi petani sawit setempat.(rls) 

Penulis
: rilis
Editor
: bambang
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)