Mahasiswa UR Kembangkan Dodol Nenas di Desa Tanjung Leban Bengkalis

datariau.com
856 view
Mahasiswa UR Kembangkan Dodol Nenas di Desa Tanjung Leban Bengkalis
Foto: Ist.
BENGKALIS, datariau.com - Mahasiswa Univesitas Riau (UR) yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Tematik di Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, membuat dodol nanas bersama ibu-ibu PKK dan masyarakat di rumah Kepala Desa Tanjung Leban, Selasa (30/7/2019) pukul 10.00 WIB.

Desa Tanjung Leban Kecamatan Bandar Laksamana, Bengkalis memang terkenal dengan potensi nanas yang berlimpah. Selain itu, rasa nanas Tanjung Leban juga dikenal dengan rasa khasnya yang jarang dijumpai pada varietas lainnya.

Kukerta tematik yang tergabung dalam tim pengabdian Universitas Riau Desa Tanjung Leban yang dibimbing oleh dr Said Zul Amraini ST MT terdiri dari 9 orang mahasiswa yang berasal dari berbagai fakultas yaitu Fakultas Teknik, FKIP, FISIP, MIPA dan Keperawatan membuat dodol nanas yang disaksikan Kepala Desa dan dibantu oleh ibu-ibu PKK.

Pembuatan dodol nanas ini juga di-support oleh Kepala Desa H Atim yang terjun langsung ke lapangan.

"Nanas di Tanjung Leban sekarang belum diolah sebagai buah tangan, oleh sebab itu mahasiswa Kekerta bersama ibu-ibu PKK membuat dodol nanas bersama-sama," ungkapnya.

Kegiatan ini disambut antusias oleh mahasiswa dan masyarakat desa. Rizan Hasbullah, mahasiswa FISIP mengungkapkan, senang bisa membuat dodol berbahan dasar nanas.

"Tentu, membuat dodol nanas sangat menyenangkan karena kita bisa mengetahui filosofi pembuatan dodol nanas, seperti kerja sama yang baik, kuat dan sabar, sehingga bisa didapatkan dodol nanas yang legit dan tahan lama.

Hj Castem selaku ketua PKK Desa Tanjung Leban juga menyambut hangat kegiatan ini. "Sebelum berhasil membuat dodol nanas, kami mengikuti program pelatihan dodol nanas di Bengkalis. Sehingga, hasil dodol nanas yang didapatkan sesuai adonan dan takaran," ungkapnya.

Angga Fatahilla dan Rahmadi Syahreza secara bergantian menjelaskan tahapan pembuatan dodol nanas secara singkat.

"Pertama-tama nanas dikupas dan kaum wanita menyiapkan bahan seperti kelapa dan tepung. Setelah itu, kaum adam mengaduk nanas selama 4 jam di wajan besar di atas tungku yang membara secara bergantian," ungkap mahasiswa Teknik Sipil angkatan 2016 tersebut.

Di dalam kegiatan tersebut, mahasiswa dan masyarakat bekerja sama untuk membuat dodol nanas.

"Saya berharap kedepannya masyarakat desa mampu berinovasi dan mengembangkannya untuk mengolah sumber daya alam khususnya buah nanas yang tidak hanya menjadi cemilan tradisional, namun bisa juga menjadi cemilan kekinian dan akhirnya bisa meningkatkan nilai jual dodol nanas di Desa Tanjung Leban," tandas Poniran, mahasiswa Kimia UR angkatan 2016 tersebut. (rls)
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)