Kepala UPTD Pendidikan Pasir Penyu Inhu Angkat Bicara Terkait Pelajar SMP Terlibat Kasus Asusila

datariau.com
2.580 view
Kepala UPTD Pendidikan Pasir Penyu Inhu Angkat Bicara Terkait Pelajar SMP Terlibat Kasus Asusila
Heri
SMPN 1 Pasir Penyu Kabupaten Inhu.

RENGAT, datariau.com - Dua murid SMPN 1 Pasir Penyu Kabupaten Inhu diduga terlibat kasus asusila. Kondisi ini mendapat perhatian banyak pihak, keprihatinan dengan pergaulan anak zaman sekarang, masih SMP mereka sudah melakukan pergaulan bebas.

Menanggapi permasalahan ini, Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Pasir Penyu H Umardulis mengatakan, bahwa tanggung jawab dunia pendidikan hanya 8 tahun, dan selama ini pihaknya sudah maksimal memberikan pengawasan terhadap anak didik selama mereka berada di sekolah.

"Selama di sekolah di setiap jam pelajaran selalu kita sampaikan pelajaran tentang moral dan bimbingan prilaku yang baik diterapkan kepada pelajar guna  mencegah terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan, seperti kejadian saat ini terhadap beberapa sekolah di Kecamatan Pasir Penyu sangat memprihatinkan," urainya saat dikonfirmasi datariau.com, Senin (17/4/2017).

Dengan adanya peristiwa ini, kata Umardulis, pihaknya sangat berharap kepada orangtua juga menjaga anak-anak selama berada di rumah, karena mendidik anak tidak hanya dibebankan sepenuhnya kepada pihak sekolah.

"Peran orangtua juga sangat diharapkan untuk sama-sama menjaga, mari kita pikirkan bersama agar hal seperti ini tidak lagi terjadi. Untuk korban tetap kita ikutkan UN," paparnya.

Umardulis juga mengaku telah memberi catatan khusus kepada sekolah yang ada di Pasir Penyu yang muridnya terlibat kasus asusila. Dimana, dia berharap agar pihak sekolah yakni kepala sekolah bisa lebih tegas dan mengawasi gerak gerik pelajarnya, sehingga bisa dideteksi sedini mungkin jika sudah mengarah kepada pelanggaran.

"Kita sudah memberikan teguran terhadap masing-masing sekolah agar mereka dapat lebih tegas terhadap muridnya dan kita minta hal seperti ini tidak kembali terjadi," pintanya.

Seperti di SMPN 1 Pasir Penyu yang dalam beberapa waktu belakangan ini terungkap dua kasus asusila yang diduga melibatkan muridnya, Umardulis menegaskan bahwa kejadian itu telah membuat nama baik sekolah tercemar, maka untuk memulihkannya, sekolah diminta bekerja keras untuk meningkatkan prestasi anak didik, sehingga peristiwa kelam itu tidak terulang lagi dan menjadi pelajaran berharga untuk kedepannya yang lebih baik.

"Kita sudah minta kepada masing-masing kepala sekolah untuk dapat segera memulihkan nama baik sekolah dengan cara tingkatkan kedisiplinan di sekolah, raih prestasi," terang Kepala UPTD Pasir Penyu H Umardulis berbincang dengan datariau.com usai apel di halaman kantor Camat Pasir Penyu, pagi tadi.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Pasir Penyu Eka Satria dikonfirmasi mengenai hal ini menegaskan akan segera membuat gebrakan untuk memulihkan nama baik sekolahnya yang sudah tercoreng akibat dua pelajar yang diduga terlibat asusila.

"Saya akui dengan adanya kejadian ini, sekolah jadi jatuh, saya akan berupaya semampu saya untuk kembalikan lagi nama baik SMPN 1 Pasir Penyu seperti sedia kala," kata Eka Satria yang ikut apel di halaman kantor Camat Pasir Penyu pagi tadi.

"Dengan adanya kejadian ini, saya minta jangan hanya sekolah saja yang disudutkan, karena saya punya keyakinan kelakuan tersebut tidak terjadi di lingkungan sekolah," pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan, 2 murid SMPN 1 Pasir Penyu kelas 9 diduga terlibat kasus asusila, dimana yang perempuan diketahui inisial F melahirkan diluar nikah, semantara satu lagi murid laki-laki inisial G telah menghamili pacarnya hingga hamil 4 bulan, pacarnya diketahui merupakan salah seorang siswi di Inhu juga.

Kedua kasus asusila ini diketahui tidak dilaporkan ke penegak hukum (Polisi), kedua kasus ini diselesaikan secara kekuargaan.

Penulis
: Heri
Editor
: Adi
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)