Kasek SD PGRI Tualang Keberatan Nama Sekolah Dicatut Dalam Berita Pencabulan di Perawang

Hermansyah
4.006 view
Kasek SD PGRI Tualang Keberatan Nama Sekolah Dicatut Dalam Berita Pencabulan di Perawang
SD PGRI Tualang Jalan Pipa Caltex Kelurahan Perawang.

SIAK, datariau.com - Yayasan Sekolah Dasar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Tualang, kecamatan Tualang, kabupaten Siak, Riau, pada Jumat (10/1/2020) kemarin, melalui Kepala Sekolah SD PGRI Tualang Siti tak terima nama SD PGRI Tualang dicatut dalam sebuah berita pencabulan di Perawang beberapa waktu lalu.

Menurutnya atas dicatutnya nama SD PGRI Tualang dalam sebuah berita pencabulan di Perawang berjudul 'Bawa Kabur dan Cabuli Anak di Bawah Umur, Pemuda Ini Dipolisikan' yang diceritakan oleh pelaku telah melakukan hubungan suami istri bersama korban sebanyak dua kali yang dilakukan pelaku di rumah baca SD PGRI Tualang Jalan Pipa Caltex dan warung milik keluarga pelaku di Jalan Pertiwi.

"Maaf pak, saya selaku kepala sekolah merasa sangat keberatan atas tercantumnya nama sekolah yang saya pimpin, dalam dunia jurnalistikan ada kode etik pak, sedangkan nama pelaku bisa ditulis nama samaran tapi kenapa nama sekolah tertulis diberita, seharusnya bapak menulis salah satu sekolah swasta di Perawang," ujarnya.

Menurutnya sejak berita ini tayang dilaman berita online datariau.com beberapa waktu lalu, Kepala Yayasan SD PGRI Tualang, bahkan RW setempat juga telah menghubungi pihak sekolah atas kejadian di rumah baca SD PGRI Tualang tersebut dan mengatakan kalau sekolah ini tempat maksiat.

"Sekolah dijaga dan itu kejadiannya pun pada saat libur, percuma juga dipagar bisa lompat dari pipa, itu rumah baca juga saya sudah minta robohkan daripada ribut," tukasnya.

Untuk pelaku dan korban bukan merupakan dari siswa/i SD PGRI Tualang saat ini. Dan pihak sekolah tidak mengenali pelaku Dapot maupun korban Bunga tersebut. 

"Memang benar saya dan guru guru sama sekali tidak kenal dengan pelaku yang namanya Dapot, apalagi korban yang namany Bunga, berartikan bukan siswa saya, wajar dong pak, saya banyak tanya karena ini menyangkut nama baik sekolah," pungkasnya.

Penulis
: Emans
Editor
: Redaksi