SIAK, datariau.com - Dunia pendidikan di Kabupaten Siak kembali tercoreng. Kali ini akibat foto tanpa busana seorang siswi SMA kelas XII di salah satu SMA kota Siak Sri Indrapura menyebar di layanan jaringan WhatsApp.
Peristiwa itu terjadi pada 2 pekan lalu. Foto-foto bugil yang sempat menyebar ke layanan WhatsApp antar siswa di kota Siak Sri Indrapura pun sudah banyak dihapus. Sementara siswi yang menjadi korban itu pun dikeluarkan dari sekolah.
Informasi yang dihimpun dari kepala sekolah bersangkutan inisial Y, membenarkan peristiwa itu sempat mengagetkannya. Bahkan, membuat terkejut pihak sekolah dan para siswa lainnya.
"Saya kaget ketika heboh itu, saya tidak di sekolah. Saya sedang berada di Provinsi dengan beberapa agenda kegiatan. Saya suruh wakil kesiswaan memanggil orang tua anak itu," kata Y, Kamis (3/8/2017).
Kepala sekolah itu mengungkapkan, setelah dia datang ke sekolahnya, dia memanggil anak dan orang tua itu kembali. Hal tersebut dilakukannya setelah melihat sendiri foto siswinya yang bugil.
"Saya awalnya tidak mau memproses masalah ini kalau tidak ada buktinya. Akhirnya saya dapat buktinya, barulah saya panggil kembali anak dan orangtuanya. Termasuk siswi yang menyebarkan foto itu," kata dia.
Tidak hanya itu, Y juga geli melihat foto siswinya yang tanpa busana itu. Akhirnya ia pun menghapus foto yang sempat singgah di smartphone miliknya.
"Iya, geli saya melihatnya. Dia masih remaja yang baru tumbuh, tapi mengoleksi foto-foto yang bersifat sangat pribadi. Saya sampaikan ke dia, tidak ada gunanya nak, kita potret-potret begini," urai dia.
Beberapa hari sebelum dipanggil ke sekolah, anak itu juga sudah tidak mau datang lagi seperti biasa. Sebab, anak itu malu dengan teman-temannya, karena kasus itu.
"Ternyata foto koleksi itu beredar setelah ia meminjamkan smartphonenya ke temannya yang sekolah di sekolah lain. Temannya ini ada rasa sakit hati sejak lama, lalu menyebar foto itu ke pacar korban itu," kata dia.
Lebih lanjut Y mengungkapkan, kasus itu sudah selesai. Sedangkan pihak yang menyebar foto sudah meminta maaf dan mengakui kesalahannya. Sedangkan siswi yang fotonya sempat beredar juga sudah dikeluarkan di sekolah dan diberi surat pindah.
"Saya sebenarnya wajib mengeluarkannya. Namun keluarganya cepat merespon dan mengurus pindah ke SMA di Sumatera Barat. Begitu sudah ada surat penerimaan dari sekolah di Sumatera Barat, surat pindahnya juga saya kasih," kata dia.
Sementara itu, kata dia, siswa yang ada di sekolahnya sudah menghapus foto siswi tersebut. Sedangkan semua pihak sudah dinasehati agar berhati-hati mengoleksi foto-foto yang bersifat pribadi.
"Saya juga tekankan kepada keluarga anak itu, agar dia terus melanjutkan pendidikan di sekolah yang baru. Jika masih bertahan di sekolah ini, kita khawatir dia mengalami tekanan batin, karena merasa malu kepada teman-temannya. Saya juga sudah cek betul, anak itu masih bersih, hanya saja karena dia mengoleksi foto-foto itu," pungkasnya.