Bebaskan Diri Dari Riba, Pengusaha Bakmi di Pekanbaru Ini Sekarang Beromzet Puluhan Juta

datariau.com
2.514 view
Bebaskan Diri Dari Riba, Pengusaha Bakmi di Pekanbaru Ini Sekarang Beromzet Puluhan Juta
Illustrasi

PEKANBARU, datariau.com - Ancaman Allah tentang bahaya riba, yakni ancaman perang dengan Allah bagi pelakunya, ternyata nyata. Ketika seorang sudah berani keluar dari riba, maka akan merasakan nikmatnya disayangi Allah.

Seperti pengalaman berharga yang disampaikan salah saeorang yang kini menjadi pengusaha Bakmi di Kota Pekanbaru. Dirinya yang dahulu hidup dengan serba riba (serba kredit berbunga), memang dalam pandangan mata manusia dia seperti berkecukupan dengan materi, akan tetapi pikirannya ternyata tidak pernah tenanag, selalu merasa dikejar dan tidak mendapat keberkahan rezeki dari Allah.

Hatinya kemudian diketuk hidayah dan memberanikan diri untuk melepaskan diri dari jeratan riba. Semua barang yang berkaitan dengan riba dijual kemudian hijrah ke Kota Pekanbaru-Riau. Sebelumnya dia berdomisili di Depok sekitar tahun 2011, dia bekerja sebagai karyawan di salah satu perusahaan properti di Kelapa Gading.

Sesampainya di Kota Pekanbaru, dia bersama istrinya diuji kesusahan oleh Allah Subahanu wa Ta'ala. Usaha yang dijalankan yakni jualan bubur jagung keliling mengalami jalan buntu, hingga modal yang dibawa dari kampung di perantauan habis total dan berniat akan kembali lagi ke kampung, mengingat kebutuhan hidup di Kota Pekanbaru semakin hari semakin bertambah.

Ketika merosot, suami istri ini akhirnya diberikan pertolongan oleh Allah, dia pun membuka usaha Bakmi di salah satu jalan di Kota Pekanbaru. Bermodalkan gerobak dan mangkal di bawah pohon pinggir jalan, usaha bakmi yang dilakoninya pun mendapat respon baik dari pelanggan.

"Alhamdulillah, yang beli rata-rata kembali lagi jadi pelanggan. Akhirnya ramai dan parkiran ruko penuh, gak enak sama yang punya ruko kami pun ngontrak satu ruko," sebut pemilik bakmi tersebut saat berbincang dengan datariau.com di lokasi usahanya, Sabtu (22/10/2016).

Dia mengakui, setelah menjauhi riba kini hidupnya pun menjadi tenang. Usaha yang dikerjakannya kini berjalan lancar berkat pertolongan Allah dan anak-anaknya pun kini sudah bersekolah bahkan sudah hafal 5 juz Al Qur'an. Keberkahan rezeki saat menjadi pedagang bakmi dirasakannya tidak pernah didapatkan saat ia dulunya bergelimang riba.

"Sekarang kita bebas tidak ada beban, mau buka pukul berapa dan tutup pukul berapa terserah, kan kita yang punya. Mau ikut dauroh pun mudah. Alhamdulillah hidup dengan aturan Allah membuat kita tenang," sebutnya lagi.

Kini, berjalan dua tahun (2014-2016) usahanya semakin menjanjikan. Pelanggan datang dari penjuru kota, karena cita rasa yang dihadirkannya dalam bakmi berbeda dengan yang sudah ada. Omzet (pendapatan) dalam sebulan pun sampai Rp30 juta dia dapatkan.

"Tapi kini sudah agak menurun, perekonomian kita secara nasional kan memang sedang menurun," ulasnya.

Kepada kaum muslim yang masih terjerat riba dan ragu-ragu untuk berhenti, pengusaha ini menghimbau agar yang masih terjerat riba untuk segera membebaskan diri. Karena secara pribadi dia telah merasakan bagaimana menderitanya hidup dalam riba dan bahagianya hidup tanpa riba.

"Memang kita akan diuji dengan kesusahan, kelaparan dan kemiskinan. Namun bersabarlah, Allah tidak akan menyia-nyiakan usaha kita," pungkasnya.

Penulis
: Riki
Editor
: Ummu SH
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)