INHU, datariau.com - Badan Linkungan Hidup (BLH) Kabupaten Inhu menemukan sebanyak 25 titik Hotspot di wilayah Inhu yang mengakibatkan kabut asap semakin parah.
Karena jarak pandang terbatas, hanya 100 meter, maka jadwal libur sekolah diperpanjang lagi.
"Sejak 1 September 2015 terdapat 25 titik hotspot dan sebagian besar terdapat di areal perkebunan perusahaan. Kebenaran data ini kita dapat dari satelit NOAA pertanggal 1 September 2015 tersebut masih dibutuhkan verifikasi melalui pengecekan di lapangan," kata Kepala BLH Kabupaten Inhu Moch Bayu Setiya Budiono SH MH, saat dikonfirmasi melalui selulernya, kemarin.
Menurutnya, penindakan hukum terhadap pelaku Karhutla masih belum maksimal. Sehinga untuk pencegahan perlu diberikan efek jera melalui sanksi hukum yang tegas.
"Saat terjadi kebakaran lahan di areal perusahaan, sering kali perusahaan mengatakan bahwa sumber api berasal dari lahan warga yang bersebelahan dengan kebun milik perusahaan," ungkapnya.
Terpisah, Kapolres Inhu AKBP Ari Wibowo SIk saat dikonfimasi mengatakan, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar mengurangi beraktivitas di luar, khususnya untuk anak-anak dan bagi pengendara yang melintas di jalan umum diminta untuk menyalakan lampu kendarahannya, demi mencegah terjadi kecelakan akibat kabut asap.
"Benar, saat ini kabut asap di kabupaten Indragiri Hulu masih parah dan jarak pandang masih terbatas," singkatnya.
Kepala Dinas Pendidikan Inhu Ujang Sudrjat SP MSi melalui Seketarisnya Wilnaldi saat dikonfirmasi mengatakan, seluruh sekolah di Inhu masih liburkan.
"Senin ini masih libur semuanya, kita minta UPTD Pendidikan untuk memantau perkembangan di wilayah kerjanya masing-masing. Khusus untuk kepala sekolah dan guru kita minta untuk tetap hadir di sekolah dan rencanakan program baru untuk penambahan pelajaran terhadap murid setelah kabut asap ini usai, karena dengan libur beberapa hari ini tentu akan ketinggalan pelajaran para siswa dan siswi, salah satu contoh mungkin dengan adakan les," tutup Winaldi. (her)