Realisasi Smart City Pekanbaru Dinilai Semakin Tidak Jelas

datariau.com
1.196 view
Realisasi Smart City Pekanbaru Dinilai Semakin Tidak Jelas
dok.
Galian kabel fiber optik.

PEKANBARU, datariau.com - Hingga saat ini pengoperasian jaringan Fiber Optik (FO) di Kota Pekanbaru belum ada kejelasan, bahkan kelanjutan pembangunan jaringan tersebut belum menunjukan perkembangan berarti. Padahal jaringan FO sebagai salah satu sarana pendukung penerapan Smart City di Kota Bertuah.

Jaringan FO dibangun oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pekanbaru, yakni PD Pembangunan yang kini telah berubah menjadi PT Sarana Pembangunan Pekanbaru (SPP) yang bekerjasama dengan investor dari Jakarta. Dimana sudah memasang 500 hand hole, dengan panjang 157 km jaringan yang terdapat pada 71 koridor jalan dan kapasitas 144 core.

Direktur Utama PT SPP Heri Susanto pernah menjanjikan pengoperasian jaringan FO dilakukan Oktober 2015 lalu namun tak terlaksana, kemudian pengoperasian kembali direncanakan Februari 2016 lagi-lagi kembali gagal terealisasi.

Tak kunjung dioperasikan jaringan itu akibat bencana asap yang melanda Pekanbaru beberapa waktu lalu, sehingga tim yang mengerjakannya kembali pulang ke Jakarta. Akibatmya banyak kabel yang putus dampak pengerjaan proyek pembangunan drainase Pemko Pekanbaru di beberapa ruas Jalan di Kota Pekanbaru.

Selain itu kendalanya, pihak kontraktor mengerjakan penggalian tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan, yakni hanya 1 meter, sementara seharusnya di kedalaman 1,5 meter.

Akibatnya, ketika dilaksanakan pengerjaan drainase di Jalan Ahmad Yani, Jalan Cokroaminoto, Jalan Sudirman, Jalan Cempaka, Jalan M Yamin, Jalan Soekarno Hatta dan Jalan Yos Sudarso, kabel-kabel tersebut banyak yang putus. Sementara itu, Heri Susanto saat dikonfirmasi terkait hal itu, terkesan menutupi kelanjutan pembangunan jaringan FO.

Bahkan, ia mengatakan tidak bisa memberikan informasi tentang itu. "Nantilah, kita tidak bisa memberikan informasi tentang itu. Nantilah, infrastrukturnya putus-putus terus gimana pembangunannya," papar Heri.

Sambung dia, pihaknya belum bisa memberikan informasi banyak, sebab jaringan FO dalam proses pengerjaan. "Masih proses pengerjaan, pemasangan alat terus kita lakukan, target pengoperasian secepatnya," katanya.

Ketika disinggung mengenai dana pembangunan jaringan FO, ia menyebutkan tidak ada menggunakan dana Pemko Pekanbaru, semuanya kerjasama antara PT SPP dengan investor dari Jakarta.

"Untuk anggaran tidak ada uang APBD. Ini murni kerjasama BUMD dengan investor dari jakarta," tutupnya.‎

Editor
: Zardi
Sumber
: Riauterkini.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)