Ketua MUI Bagansinembah Senang Warung Remang Diruntuhkan

datariau.com
1.145 view
Ketua MUI Bagansinembah Senang Warung Remang Diruntuhkan
Samsul
Ketua MUI Kecamatan Bagan Sinembah Drs Ahmad Yani.
BAGANBATU, datariau.com - Ketua MUI Kecamatan Bagan Sinembah Drs Ahmad Yani mendukung penuh adanya penggusuran warung remang-remang yang sekian lama berdiri di DMJ Perbatasan Riau-Sumut.

Sebab, pihaknya sudah berkali-kali mendapat keluhan dari warga pengajian kepada MUI, diantaranya pada bulan Maret 2017 meminta agar tempat maksiat di perbatasan Riau-Sumut ditutup atau dibongkar, karena selama ini meresahkan masyarakat Kecamatan Bagansinembah.

Menurutnya, bahkan setiap tahun MUI jadi sorotan atas keberadaan warung remang di perbatasan Riau-Sumut itu.

"Dimana dampaknya tanpa kita sadari dan itu boleh ditanyakan dengan kepala Puskesmas Bagan Batu," ungkap Ketua MUI Kecamatan Bagansinembah, Ahmad Yani kepada Datariau.com, Jumat (8/9/2017) di Baganbatu.

Dia menceritakan bahwa pengidap penyakit ADIS dan HIV di Riau, Rokan Hilir, Kecamatan Bagan Sinembah, Bagan Batu cukup tinggi sekitar 105 lebih data yang sudah mengidap, bahkan anak umur dua tahun sudah ada kena penyakit tersebut.

"Selain itu ibu- ibu umur 25 tahun juga ada yang kena. Mungkin mereka tak bersalah dan berdosa apalagi anak bayi. Tapi mungkin dampak dari pada perbuatan orangtuanya atau perbuatan masyarakat itu seperti penyakit masyarakat dan bisa anak yang tak berdosa ini ditularkan ayah dan ibunya. Dan apakah ayah dan ibu ini melakukan seksual yang menyimpang sehingga mengidap penyakit seperti itu, dan ini belum lagi penyakit kelamin yang lain. Itu udah di atas ribuan kasusnya," kata Ahmad.

Dengan kondisi lokasi warung remang itu di pintuh masuk Riau dari Sumut, kata Ahmad ini sangat tidak pantas, pendatang disuguhkan dengan tampilan wanita seksi berpakaian minim menggota dari warung remang itu.

"Coba kita lihat di kota-kota seperti masuk di Pekanbaru, Sumatra Barat sudah disajikan dengan hidangan makanan ciri khas oleh-oleh daerah. Sedangkan kita sendiri oleh-olehnya disajikan bukan makanan tapi wanita menggunakan pakaian tidak senonoh. Tentunya ini sudah merusak nama daerah," katanya lagi.

Menurutnya, untuk memastikan di perbatasan dijadikan tempat maksiat, bisa dilihat bahkan di malam harinya, bisa dicek sebelum dibongkar pakaian penghuni warung itu terbuka.

"Kita terus dapat laporan dari masyarakat, kelompok pengajian, ibu perwiritan dan tokoh agama di Kecamatan Bagan Sinembah ini," sebutnya.

Kemudian, menurut data dari pihak kepolisian, lanjut Ahmad, sering kali penggrebekan narkoba dan kejahatan dilakukan di warung remang itu. "Itu Kapolsek sendiri koordinasi sama kita lansung. Bahkan waktu ada operasi ditangkap warga di perbatasan sana memiliki narkoba," ceritanya.

Kemudian ruas jalan yang dipakai, kata Ahmad sangat membahayakan tingkat kecelakaan dan juga keindahkan kota. "Malu kita seharusnya ada taman ada pintu gerbang inilah Riau, inilah Rokan Hilir Kecamatan Bagansinembah, Bagan Batu, Kota Sawit Sejahtera Indah Wirausaha," terangnya.

Selain itu, disana itu terdapat beberapa remaja juga, mereka datang ke warnet dan buka situs porno kemudian terpancing, dari pada pemerkosaan dan korban jadi hamil mandingan ke tempat lokalisasi tidak ada yang perlu dipertanggungjawabkan hanya bayar beberapa rupiah saja, kemudian mereka mengalami penyakit kelamin.

"Bayangkan saja, jika anak SMP dan SMA jajan kesana dan itu tentu merusak generasi muda," ujarnya.

Dalam hal ini, beberapa kali MUI sudah mengajukan ke Upika Kecamatan agar menjadi perhatian serius.

"Syurkur Alhamdulillah dengan ibu Camat, Kapolsek dan Koramil, mereka tampaknya sinkron dan tanggap hingga saat ini tempat maksiat di perbatasan sudah bisa dimusnahkan," pujinya.

Dijelaskan Ahmad lagi, selain tempat itu menjadi gudang penyakit kelamin, dampak yang tidak kalah penting jadi perhatian yakni adanya aksi zina di suatu kampung akan mengakibatkan kampung itu dilaknat Allah Subahanhu wa Ta'ala. Maka yang akan menanggung bukan hanya pelaku zina, melainkan sekampung bahkan se Riau akan menanggungnya.

"Contohnya anak dibawah dua tahun dah kena penyakit, jadi hukuman Allah itu bukan hanya kepada orang yang berbuat. Tapi bisa ke masyarakat umum seperti kita dan termasuk saya, dengan diturunkanya bencana, penyakit aneh melanda kita," katanya.

Dalam hal ini MUI dan beberapa tokoh agama, masyarakat, FKUB dan lain sebagainya sangat mendukung Upika Bagansinembah memberantas tempat maksiat.

"Itu yang selama ini kita tunggu dan Alhamdulliah di perbatasan warung remang udah digusur," pungkasnya.
Penulis
: Samsul
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)