Kebunnya Terancam, Warga Kecamatan Tanah Merah Inhil, Datangi Kantor DPRD Inhil

Izon
695 view
Kebunnya Terancam, Warga Kecamatan Tanah Merah Inhil, Datangi Kantor DPRD Inhil

TEMBILAHAN, Datariau.com - Lima orang perwakilan masyarakat Desa Sungai Nyiur Kecamatan Tanah Merah Kabupaten Inhil datangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Inhil Senin pagi (28/7/17). 

Kedatangan sekelompok petani mengadukan kondisi perkebunan mereka yang diduga terancam dengan keberadaan PT Krisna Kerta Kencana (K3). Kedatangan para petani ini disambut oleh staf yang bertugas, karena Komisi I tidak berada ditempat. 

Kemudian, dikarenakan Komisi I tidak ada, masyarakat kemudian bertamu ke Komisi II DPRD. Di Komisi II, masyarakat di terima oleh Wakil Ketua komisi II DPRD Inhil, Edi Gunawan yang didampingi anggotanya M Wahyuddin dan Alfian. 

H Ali selaku juru bicara masyarakat menyampaikan jika perkebunan kelapa masyarakat sedang terancam dengan menyebarnya hama kumbang yang merusak kelapa paska kedatangan PT. 3K.

"Saat ini sudah banyak pokok kelapa yang rusak akibat hama kumbang. Sudah ada kami dikasih pestisida untuk menangani hama kumbang, namun hingga kini kumbang masih menyebar, " katanya seperti dilansir Riausky. 

Selain itu, Masyarakat juga merasa terancam dengan tindakan PT Krisna Kerta Kencana (K3) yang memasang patok-patok tanda di kebun kelapa mereka yang produktif. 

Masyarakat takut nanti, kebun kelapa mereka diklaim sebagai wilayah perusahaan. "Saat kami protes, pihak perusahaan menjelaskan tunggu 3 bulan, setelah orang dari Jakarta datang, terserah mau diapakan patok tersebut, " katanya. 

Menanggapi keluhan masyarakat itu, Edi Gunawan menyarankan kepada masyarakat untuk rapat dulu bersama masyarakat lainnya. 

"Laporan hari ini kami terima. Namun masih menunggu rapat masyarakat. Jadi setelah dapat keputusan yang disepakati, apa poin-poin yang dikeluhkan masyarakat, baru di kirim surat ke DPRD agar dicarikan solusi permasalahannya, " katanya. 

Penulis
: Izon
Editor
: Izon
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)