Inspektorat Inhu Audit Proyek Perawatan Jalan Pekan Heran-Pasir Ringgit

datariau.com
1.868 view
Inspektorat Inhu Audit Proyek Perawatan Jalan Pekan Heran-Pasir Ringgit
Heri
Plt Inspektur Inspektorat Inhu Boike Sitinjak.

RENGAT, datariau.com - Kuat dugaan proyek perawatan jalan Pekan Heran-Pasir Ringgit ada kerugian uang negara ratusan juta, Ispektorat Inhu langsung melakukan audit dan turun ke lapangan meninjau kondisi jalan tersebut yang dikerjakan oleh PT Wahana selaku pemenang tender dengan anggaran lebih kurang Rp7,6 milar menggunakan DAK tahun 2016 yang dikelola oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Inhu. 

 

"Proyek perawatan jalan Pekan Heran-Pasir Ringgit lebih kurang sepanjang 1,9 kilometer, dari hasil pengukuran sementara yang dilakukan oleh tim dari Inspektorat keseluruhan aspal yang dikerjakan lebih kurang 6 kilometer, ini masih data sementara bukan data valit, karena sampai saat ini kami sedang tahap awal turun ke lokasi," kata Plt Inspektur Inspektorat Inhu Boike Sitinjak SE MSi saat dikonfirmasi di depan labor PU Inhu, kemarin.

 

"Ya, benar, dalam kegiatan proyek perawatan jalan Pekan Heran-Pasir Ringgit ada indikasi kerugian uang negara ratusan juta, saat ini kita belum bisa sebutkan nominalnya berapa kerugian uang negara, karena kita sedang melakukan proses audit," lanjutnya.

 

Ditegaskan Boike, pihaknya akan menindaklanjuti dugaan kerugian negara atas proyek ini dan tak akan gentar dengan apapun yang terjadi nantinya, termasuk isu bahwa pemilik PT Wahana adalah orang yang disegani di Inhu.

 

"Selagi kita benar mengapa pula harus takut dan gentar, ini yang kita perjuangkan uang negara mengapa harus takut dan kita kan punya atasan," tegas Boike.

 

Sambung Boike, bila dalam audit terdapat temuan hanya senilai Rp100 juta, menurutnya itu hal yang biasa dan tidak perlu sampai ke ranah hukum. "Asalkan rekanan kontraktor mau mengembalikan kerugian uang negara tersebut," terangnya.

 

Informasi yang dihimpun datariau.com di lapangan, bahwa aspal 1 ton itu jika ditaburkan dengan ketebalan 6 cm bisa mengaspal jalan sepanjang 15 meter, mengenai harga aspal perton untuk di provinsi itu Rp1,8 juta siap padat sedangkan untuk di kabupaten harga pertonnya Rp1,5 juta juga sudah siap padat, harga aspal tersebut adalah harga lelang.

 

Diterangkan salah seorang rekanan kontraktor yang meminta namanya tidak dipublis, bahwa untuk aspal itu miliki beberapa spek atau kelas, ada kelas AC dan ACBC dan beberapa nama lainnya, kebanyakan aspal yang mudah hancur karena mengunakan aspal yang berkualitas rendah.

 

"Contoh seperti semen, semen dalam 1 sak,  campuran 2 bagian batu kerikil dan 3 bagian pasir, tapi kadang untuk mancari keuntung besar, semen 1 sak dengan campuran 3 bagian batu keril dan 5 bagian pasir, maka coran tersebut mudah hancur, seperti itulah salah satu contohnya aspal yang kulalitas kurang bagus, karena pengadaan aspalnya," terang kontraktor ini.

 

Hancurnya aspal, tambahnya, juga bukan karena faktor kualitas aspal saja, tapi bisa juga pondasi awalnya atau batu bes kurang bagus atau saat pemadatan masih kurang atau belum padat.

 

Kondisi aspal jalan Pekan Heran-Pasir Ringgit yang belum lama selesai dibangun, saat ini pada hancur di berbagai titik. Untuk mengetahui secara pasti penyebab aspal ini cepat rusak maka dilakukan audit oleh Inspektorat Inhu.

Penulis
: Heri
Editor
: Adi
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)