Hasil Pekerjaan Tidak Rapi, Dinas PU Inhu Diminta Tinjau Ulang Proyek Rehabilitasi Saluran Sekunder Desa Benio

datariau.com
1.078 view
Hasil Pekerjaan Tidak Rapi, Dinas PU Inhu Diminta Tinjau Ulang Proyek Rehabilitasi Saluran Sekunder Desa Benio
Doc.
Proyek Rehabilitasi Saluran Sekunder.

RENGAT, datariau.com - Warga Dusun Kuningan Desa Benio meminta Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) meninjau ulang hasil proyek Rehabilitasi Saluran Sekunder yang ada di Dusun Kuningan Desa Benoi Kecamatan Peranap.

"Kami warga Dusun Kuningan Desa Benio berterimakasih dengan masuknya proyek Rehabilitasi Saluran Sekunder di desa kami karena dapat mengurangi dampak banjir. Namun kita berharap Dinas atau Bidang yang menangani proyek di desa kami untuk dapat meninjau ulang. Pasalnya ada beberapa titik pekerjan yang menurut masyarakat masih kurang rapi, dan dapat menyebabkan kembali tersumbat aliaran air," kata Salim, salah seorang warga kepada datariau.com, Ahad (1/1/2017).

Kabid Sumber Daya Air Dinas PU Inhu Dalisman melalui Kasi Sungai dan Danau Suwirman ST MEng saat dikonfirmasi mengatakan bahwa dalam waktu dekat akan segera turun ke lapangan untuk mengkros-cek apa yang disampaikan oleh masyarakat tersebut.

"Apabila benar pekerjan itu tidak rapi, kita akan minta pihak kontraktor untuk segera mengulang kembali pekerjan tersebut. Saat ini pekerjaan masih dalam FHO, dan masa perawatan selama 3 bulan," terangnya.

Selain itu, lanjutnya, saat ini masih ada uang jaminan 5 persen. Bila perusahan atau rekanan kontraktor tidak memperbaiki pekerjaan yang dinilai masyarakat tidak rapi itu, maka uang jaminan 5 persen tidak dibayarkan dan perusahan pun di-black list tidak bisa ikut lagi lelang atau pekerjaan proyek pemerintah berikutnya.

Sebelumnya, 2 paket proyek Rehabilitasi Saluran Sekunder dari Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Inhu ini sempat menimbulkan konflik antar rekan kontraktor, oknum anggota Dewan dan juga oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Informasi yang dihimpun tim Datariau.com dari salah satu PNS mengatakan, mulai dari hari Kamis hingga hari Jumat (4/11/2016) lalu di Kantor Dinas PU hampir terjadi adu fisik atau perkelahian diduga dipicu perebutan paket proyek Rehabilitasi Saluran Sekunder di Desa Pekan Heran Kecamatan Rengat Barat, dan proyek Rehabilitasi Saluran Sekunder di Dusun Kuningan Desa Benoi Kecamatan Peranap tersebut.

Dari keterangan sumber terpercaya, rekanan kontraktor merasa bahwa proyek Rehabilitasi Saluran Sekunder itu adalah proyek yang sudah digiring selama 3 tahun, sementara oknum anggota Dewan mengaku itu adalah proyek aspirasinya.

Mengejutkan lagi, seorang oknum PNS malah bersikukuh bahwa proyek tersebut adalah titipan orang dekat Bupati. Namun ini perlu ditelusuri lagi kebenarannya.

Menyikapi hal ini, aktivis LSM TOPAN-RI, Jumadi mengatakan, dari pada terjadi keributan dan adu fisik, menurutnya lebih baik dua paket proyek itu dibatalkan.

"Malu rasanya kita sebagai warga Inhu hampir setiap tahun saat dimulainya proyek terjadi keributan hanya gara-gara paket, dan keributan belum lama ini terjadi di Dinas PU juga hanya gara-gara proyek," sebutnya saat itu.

Editor
: Adi
Tag:proyek
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)