SELATPANJANG, datariau.com - Wakil Bupati Kepulauan Meranti Drs Said Hasyim berang setelah menemui masih ada keberadaan aparatur pemerintahan desa dinilai kurang peduli terhadap fasilitas Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang ada di desa itu sendiri. Bahkan membiarkan fasilitas air bersih itu terbengkalai tanpa manfaat.
Ini terungkap langsung, setelah Wabup Said Hasyim melakukan pantauan di beberapa desa yang mendapat sentuhan program Pamsimas. Hasilnya, ia menilai ternyata ada kinerja aparatur di desa dianggap semena-mena mengelola aset yang diberi pemerintah.
Kinerja seperti ini, Wabup mengancam akan melakukan mengevaluasi terhadap Kepala Desa tersebut, terutama kepada PPTK program Pamsimas ini. Tak hanya itu, Camat sebagai Kepala Pemerintahan Kecamatan juga akan kena semprotan ancaman evaluasi dari persoalan ini.
"Akan saya evaluasi mereka (jika ada Kades dan Camat yang tidak peduli atau kurang aktif menjaga fasilitas Pamsimas). Kemudian PPTK-nya, saya minta laporannya mana yang tak jalan dan apa alasannya," ujar Said Hasyim, dalam kegiatan sosialisasi program Pamsimas III tahun 2017, di hotel Grand Meranti, Jalan Kartini, Selatpanjang, Selasa (1/8/2017).
Mantan Sekda Kabupaten Siak itu mengungkapkan, tidak ingin program Pamsimas hanya sekedar proyek belaka. Yang pada akhirnya jadi monumen tanpa memberikan manfaat kepada masyarakat. "Barang yang sudah jadi, jangan dijadikan monumen dan objek proyek, tapi benar-benar bermanfaat bagi masyarakat," jelas Said Hasyim, yang akan berencana kembali mengecek langsung satu per satu ke lapangan program Pamsimas tersebut.
Menurutnya, program ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Desa layak mendapatkannya. Keberadaan Pamsimas juga mengantisipasi agar di desa terus memiliki air bersih, dan terhindar dari penyakit menular yang disebabkan tidak adanya air yang layak digunakan.
"Saya ingin perhatian pemerintah dalam menekan penyakit menular yang disebabkan oleh tidak adanya air bersih, dan Sanitasi ini agar didukung penuh," sebut Wabup.
Sehubungan dengan program Pamsimas tersebut, Sekretaris Bappeda Kepulauan Meranti, Padli SIP menjelaskan, Pemda Meranti memberikan kesempatan kepada Desa untuk mendapatkan bantuan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan Sanitasi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Program Pamsimas tersedia bagi desa yang belum penah menjadi lokai Pamsimas, dan bukan wilayah pengembangan PDAM dalam dua tahun mendatang yang mempunyai prioritas pembangunan air minum dan sanitasi," jelasnya.
Kemudian penentuan lokasi sasaran program Pamsimas berdasarkan seleksi usulan atau proposal desa. Dimana seleksi dilakukan untuk menyusun daftar prioritas desa yang layak memperoleh bantuan program Pamsimas dan memiliki komitmen untuk memelihara dan mengelola SPAM yang terbangun melalui swadaya masyarakat secara berkelanjutan.
Usulan dilakukan dengan mengisi formulir proposal Desa adalah sebagaimana lampiran format persyaratan dasar untuk mengikuti program Pamsimas.
Wabup Said Hasyim juga menyampaikan apresiasi kepada Kades Banglas Barat, Sungai Tohor, dan Kundur yang telah berhasil mengelola PAMSIMAS dengan baik.
Sekedar informasi, sejauh ini sejak program Pamsimas digulirkan dari tahun 2015, banyak desa di Kepulauan Meranti mendapat fasilitas ini yakni diantranya, Desa Banglas, Alai Selatan, Batnag Malas, Topang, Sunga Tohor, Telesung, Putri Puti, Tanjung Padang, Maini, Mantiasa, dan Desa Tanjung.
Kemudian di tahun 2017 hingga 2017 desa sasaran yang menerima fasilitas ini yangtelah ditetapkan Dirjen Cipta Karya Kementerian PU dan Perumahan Rakyat RI yakni, Alai, Tenan, Tanjung Darul Takzim, Sungai Cina, Kedaburapat, Repan, Bungur, Mengkopot, Centai, Mekar Delima, Pelantai, Dedap, Sokop, Selat Akar, Penyagun, Mengkirau, dan Gemala Sari.