Ada yang Janggal di Absen Warga Untuk Pembongkaran Ruli di DMJ Bagan Sinembah

datariau.com
1.227 view
Ada yang Janggal di Absen Warga Untuk Pembongkaran Ruli di DMJ Bagan Sinembah
Datuk Penghulu Bagan Menunggal, Gunawan.
BAGAN MUNGGAL, datariau.com - Terkait adanya pernyatan Unsur Pimpinan Kecamatan (Upika) Bagan Sinembah bahwa masyarakat Lintas Riau Sumatera, Kecamatan Bagan Sinembah, Rohil setuju rumah liar dan warung remang dibongkar dan sepakat hasil rapat sosialisasi dengan menandatanggani itu ternyata tidak benar.

Hal ini diungkapkan oleh Datuk Penghulu Bagan Menunggal, Gunawan kepada Datariau.com di kantornya. Ia menceritakan, bahwa sewaktu rapat hanya ada tanda tanggan kehadiran masyarakat Lintas Riau Sumatera saja dan tidak ada tanda tanggan sepakat lainya pada saat itu.

"Kemarin kita udang masyarakat ada dua Kepenghuluan Bagan Manunggal dan Kepenghuluan Bagan Batu Barat. Jadi setiap warga yang hadir mengisi absen kehadiran itu saja," tegasnya, Kamis (8/9/2017).

Saat itu acara dibuat di aula Kepenghuluan Bagan Menunggal, selain dihadiri masyarakat yang tinggal di Daerah Median Jalan (DMJ), juga dihadiri Upika seperti Camat, Kapolsek dan Koramil.

"Kita udang masyarakat dan acara dibuat di aula Kepenghuluan Bagan Manunggal saat itu. Jadi di situ kami siapkan dua buah absensi. Setiap yang hadir kami arahkan warga Bagan Manunggal dan Bagan Batu Barat untuk menandatangani absen itu," katanya.

Kemudian setelah mereka tanda tangan masuk ke dalam untuk mengikuti acara sosialisasi Upika Kecamatan Bagan Sinembah ketika itu. Pada saat itu membuka acara tuan rumah dan selanjutnya dibawa oleh Upika.

"Jadi jika ada bahasa diluar berkembang absen yang lainya menyatakan warga siap digusur rumah liar atau warung remang itu tidak ada," katanya lagi.

Terkait penggusuran warung remang, Penghulu Bagan Menunggal sangat setuju jika warung remang dibongkar dan diberantas, karena selama ini selain masyarakat kecamatan Bagan Sinembah warga Bagan Menunggal juga resah.

"Pada intinya kita tak mau warung remang di pingir jalan dan merusak pandangan mata. Bahkan kiri dan kanan kita berantas," kata Gunawan.

Kemudian ketika ditanya apakah sejak dilakukan pengusuran warga  ada mendatangi ke desa, dia menjelaskan bahwa sampai saat ini belum ada yang datang ke kantor atau menyampaikan keluh kesah mereka.

Menurut penghulu, dulu ada wancana dan dari awal sudah disampikan, tapi bukan untuk warung remang. "Bagimana kita kerja sama dengan PTPN III, kita minta khusus untuk berjualan dan di tata dengan bagus. Usulan itu minta hak pakai untuk berjualan dagangan. Tapi diluar dari DMJ kita buat ke dalam lebih rapi yang betul berjualan," pungkasnya.
Penulis
: Samsul
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)