Saat Buat SIM, Lebih Penting Mana Tes Praktik atau Psikotes?

Ruslan
1.493 view
Saat Buat SIM, Lebih Penting Mana Tes Praktik atau Psikotes?

DATARIAU.COM - Adanya tes psikologi bagi pemohon Surat Izin Mengemudi (SIM) yang diberlakukan oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya sejak tahun 2018, sempat menuai pro kontra.

Tidak sedikit yang menganggap psikotes hanya akan menjadi pos biaya baru di kepolisian, dan membuat ongkos penerbitan SIM makin mahal.

Founder & Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, mengatakan, psikotes bagi pemohon SIM pada dasarnya perlu dan penting.

Namun, dari sekian komponen penilaian saat pengambilan SIM, masih ada yang harus diprioritaskan. Salah satunya adalah praktik di jalan, yang menurut Jusri menghilang dari daftar uji SIM.

Lebih lanjut lagi, Jusri menjelaskan, tes praktik di jalan sudah muncul sejak tahun 1960-an. Dirinya pun sempat merasakan saat membuat SIM pertama kali. Namun ujian ini menghilang sekitar 1990-an.

Padahal menurutnya, standar ujian SIM harus mencakup beberapa macam tes. Mulai dari tes tertulis, tes simulasi, menggunakan alat, tes praktik lapangan, dan tes praktik jalan.

?Ini yang harusnya lebih dulu dijalankan dan dipastikan. Apalagi standar di daerah-daerah kadang masih berbeda dengan kota-kota besar,? ucap Jusri kepada Kompas.com belum lama ini.

Selain itu, dengan melakukan tes praktik di jalan, kepolisian bisa langsung mendapatkan hasil soal gambaran perilaku seseorang saat berkendara di jalan.

Sebab, dalam ujian tes simulasi menggunakan alat dan tes praktik di lapangan sebetulnya kepolisian tidak mendapat apa-apa, karena objek di sekelilingnya tidak bergerak.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)