PEKANBARU, datariau.com - Survei Ekonomi Pertanian merupakan salah satu program kerja yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau. Survei Ekonomi Pertanian dilakukan untuk mengetahui kondisi pertanian yang ada Riau. Hasil Survei Ekonomi Pertanian (SEP) 2024 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mengungkapkan kondisi ekonomi sektor pertanian di wilayah ini. Laporan tersebut menunjukkan adanya tantangan besar yang dihadapi petani, namun juga membuka peluang bagi perbaikan di masa mendatang.
Berdasarkan survei, sekitar 53,45% usaha pertanian perorangan menyatakan bahwa kondisi ekonomi mereka tetap stabil dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, sekitar 23,78% usaha mengalami penurunan dan sekitar 2,53% mengalami kondisi yang sangat menurun pada pendapatan akibat berbagai faktor, termasuk kenaikan harga bahan input dan kesulitan pemasaran produk.
Dalam hal pendapatan, hanya 0,85% petani yang merasa pendapatannya sangat berlebih, sementara 33,79% melaporkan kekurangan pendapatan, bahkan 6,89% petani mengalami kondisi ekonomi yang sangat kurang. Banyak petani terpaksa mencari pekerjaan tambahan atau mengajukan pinjaman untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka.
Dari sisi produksi, keterbatasan modal menjadi masalah utama yang menghambat pertumbuhan sektor pertanian di Riau yaitu sekitar 38,80%. Sebanyak 77,52% petani di Kota Pekanbaru dan 74,80% petani di Kota Dumai melaporkan kesulitan dalam memperoleh modal usaha. Tanpa modal yang cukup, mereka tidak bisa membeli alat pertanian yang lebih modern atau meningkatkan skala usaha mereka.
Selain itu, 38,93% petani mengalami kesulitan dalam mengakses bahan input seperti pupuk, bibit, dan pestisida. Kabupaten Siak mencatat tingkat kesulitan tertinggi dalam mendapatkan bahan input pertanian, mencapai 71,37%, diikuti oleh Kota Pekanbaru dengan 64,77%.
Permasalahan lain yang dihadapi petani di Riau adalah kesulitan dalam memasarkan hasil pertanian mereka. Survei menunjukkan bahwa 12,02% petani mengalami kendala pemasaran, dengan Kabupaten Indragiri Hilir memiliki tingkat kesulitan tertinggi sebesar 35,97% Minimnya akses ke pasar yang lebih luas, persaingan dengan produk impor, dan rendahnya daya beli masyarakat menjadi faktor utama yang memperburuk situasi ini.
Meskipun menghadapi berbagai tantangan, sektor pertanian di Riau masih memiliki peluang untuk berkembang. Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani meliputi:
- Dukungan Kredit Usaha: Pemerintah dapat memberikan akses pinjaman dengan bunga rendah bagi petani yang membutuhkan modal.
- Penyediaan Subsidi Bahan Input: Harga pupuk, bibit, dan pestisida yang lebih terjangkau akan membantu petani meningkatkan produktivitas mereka.
- Pengembangan Infrastruktur Pasar: Dengan memperbaiki akses ke pasar, petani dapat menjual hasil pertanian mereka dengan harga yang lebih kompetitif.
Dengan kebijakan yang tepat dan dukungan dari berbagai pihak, sektor pertanian di Riau diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian daerah. ***