Saatnya Kita Tinggalkan Berita Media Online yang Hanya Berlandaskan "Katanya" dan Jauh Dari Fakta

Admin
587 view
Saatnya Kita Tinggalkan Berita Media Online yang Hanya Berlandaskan "Katanya" dan Jauh Dari Fakta

DATARIAU.COM - Menjamurnya media informasi instan di zaman sekarang mengakibatkan muatan konten yang tidak berkualitas tak lagi bisa dielakkan. Betapa banyak artikel "sampah" yang berseliweran di jagat maya yang seharusnya tidak ditayangkan dan dibaca.

Sebagian dari kita disibukkan mengikuti perkembangan berita media online yang up to date per detik, menayangkan suatu kejadian dengan sudut pandang berbagai sisi, bahkan tak jarang hanya demi klik serta viewers tanpa ada hal yang bermanfaat bagi masyarakat pembaca. Mengupas kasus artis, perselingkuhan, kawin cerai dan sebagainya yang sebenarnya tak ada sedikitpun manfaatnya untuk masyarakat.

Hari-hari dihabiskan mengikuti perkembangan berita yang tidak jelas muaranya, saling menjatuhkan satu dan yang lain, pertikaian sesama umat muslim dipertontonkan dan digoreng serta dibumbu-bumbui dengan undangan podcast orang-orang non-muslim, orang yang tak berkompeten pun ramai-ramai berbicara masalah agama yang akhirnya menjadi lelucon bagi umat lainnya, dunia maya disibukkan dengan hal yang tidak berguna. Masyarakat dipaksa waktunya diforsir untuk mengikuti perkembangan berita yang hanya berlandaskan "katanya" tanpa fakta, bahkan tidak berguna.

Sebagai seorang muslim, hendaknya kita cerdas, sebab umat muslim merupakan umat pilihan, diutus Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa sallam untuk umat Islam sebagai Nabi penutup, dan diberikan Al-Qur'an sebagai kitab suci yang mengatur seluruh sendi kehidupan manusia.

Seorang muslim tentu akan berpikir saat akan mengikuti sebuah berita, manfaat apa yang akan didapat saat dia mengetahui sebuah berita, jika tidak ada manfaatnya maka untuk apa diikuti dan diketahui, lebih banyak hal penting yang perlu diketahui dan dipelajari sampai kita mati, yaitu ilmu agama.

Terlebih saat ini, berita yang beredar sebagiannya hanya berlandaskan "katanya" tanpa ada fakta dan bukti yang jelas, seperti menggiring opini dan untuk kepentingan seseorang maupun kelompok golongan. Padahal dalam Islam kita dilarang mengikuti berita yang hanya berlandaskan "katanya".

“Allah tidak menyukai qiila wa qool (berkata hanya berlandaskan ‘katanya’)” (HR. Muslim no. 1715, dari Abu Hurairah).

Qiila wa qool kata Ibnu Katsir, maksudnya adalah, “Banyak bicara tentang perkataan orang lain namun (1) tanpa kroscek, (2) tanpa memastikan, (3) tanpa mencari kejelesan.” (Tafsir Surat An Nisaa’ ayat 82).

Tidak jarang dalam berbagai momen saat duduk dengan saudara muslim lainnya, mereka menanyakan "apa benar berita ini?" sambil memperlihatkan tampilan halaman berita salah satu media online di ponselnya.

Ada pula yang marah berapi-api sambil membaca berita salah satu media online di ponselnya, menyalahkan pemerintah, mengutuk dan berprasangka buruk lainnya, padahal berita yang ia baca hanyalah berlandaskan "katanya".

Ketahuilah berprasangka buruk juga sangat terlarang dalam Islam. “Hati-hatilah dengan prasangka karena itu adalah pembicaraan yang paling dusta.” (Muttafaqun ‘alaih).

Di zaman ini, dimana zaman fitnah yang bergejolak, sebaiknya kita banyak diam jangan banyak bicara, jangan sibuk mengikuti perkembangan berita yang bermunculan dari media online jika kita tidak memiliki pengetahuan tentangnya, karena sikap demikian akan merugikan diri sendiri, membuang waktu bahkan bisa membahayakan agama seseorang.

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. ” (QS. Al Israa’: 36).

Tinggalkan berita-berita yang hanya berlandaskan "katanya" dari berbagai media online dan beralih kepada perhatian kepada berita yang sesuai fakta dan nyata adanya, yaitu berita tentang adanya akhirat, berita yang disampaikan dalam Al-Qur'an dan hadits-hadits shahih, datangi majelis ilmu, wawancara atau bertanya di sana tentang ilmu agama, apakah cara wudhu kita sudah benar, cara shalat kita sudah sesuai yang dicontohkan Rasulullah, pelajari itu dan cari beritanya di kitab-kitab shahih.

Jangan habiskan waktu kita menelusuri website atau media online berita yang tidak bermanfaat, namun telusurilah website atau media online dakwah yang di dalamnya berisi artikel bermanfaat menambah ilmu agama, karena ilmu agama manfaatnya tak hanya di dunia melainkan akhirat.

Semoga Allah Subahanahu wa Ta'ala memberikan taufik kepada kita semua, sehingga kita bisa memanfaatkan sisa umur dan waktu-waktu yang dititipkan oleh Allah, bisa kita manfaatkan dengan baik untuk mengumpulkan bekal perjalanan akhirat yang panjang kelak. (*)

Penulis: Riki Rahmat SIKom

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)