Oleh: Hamzah S Muharam

Peranan Logika Dalam Penggunaan Media Sosial

datariau.com
4.988 view
Peranan Logika Dalam Penggunaan Media Sosial

Media Sosial

Media Sosial sebagai Produk Modernitas Tidak dapat disangkal bahwa media sosial (kelahiran, perkembangan, dan penggunaan) dapat dikenakan status penanda modernitas, artinya media sosial menjadi bagian tidak terpisahkan dari sejarah perkembangan grand narrative modernitas. Kalau didefinisikan maka modernitas tidak lain dari sebuah periode sejarah peradaban yang ditandai oleh industerialisasi, kapitalisme, negara-bangsa, pengawasan sosial semakin canggih (Barker, Chris, 2014: 178).

Media sosial tidak lagi menjadi zona refleksi di mana manusia mengambil jarak kritis dengan dunia, tetapi dia menarik dunia menjadi dirinya. Keberadaan manusia diatur, bahkan dikontrol menurut cara kerja teknologi mekanistis. Kalau Rene Descartes mengatakan ?aku berpikir maka aku ada? sebagai ukuran eksistensi rasionalitas manusia modern, maka media sosial merubah prinsip rasional ini dengan prinsip lain, ?aku merasakan, aku mengakrabi, bahkan aku menjadi dunia digital, maka aku ada?.
Kalau sekarang orang berbicara tentang era information surplus, era itu sebenarnya tidak lain dari era berkuasanya media sosial. Kegalauan manusia modern tidak saja karena kekurangan, atau ketinggalan informasi, tetapi sejajar dengan itu manusia modern juga mengalami kegalauan justru karena informasi yang diterima terlalu banyak, bahkan berlebihan. Maka, tidak ada satu pun periode sejarah di mana manusia mengalami paradoks kegalauan, selain kegalauan yang diciptakan media sosial itu sendiri.

Sebagai sebuah sistem yang mendesentralisasi siapa saja yang terlibat sebagai pengguna, media sosial berperan dalam mendistribusikan, memutuskan secara kolektif pesan yang diterima melalui sharing dan saran-saran yang diperlukan. Dalam cara berpikir system ini media sosial menempatkan partisipan tidak sekadar khalayak, tetapi juga sebagai public yang terhubung satu sama lainnya sebagai sebuah jaringan atau networked public.

Media sosial dengan menggunakan infrastruktur internet sebagai basis operasionalnya telah menjadi sumber informasi utama dan diandalkan masyarakat modern. Masyarakat yang menempatkan kebebasan berekspresi sebagai hak dasar, maka media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sumber informasi utama, terutama menyangkut sharing gagasan dan pengetahuan layanan jaringan sosial menyeringkan beragam informasi secara interaktif mengirim dan menerima/ membaca pesan interaktif melakukan diskusi dan berbagai perdebatan konstrutif lainnya.

Teknologi-teknologi komunikasi yang lebih baru meningkatkan berbagai kemungkinan bagaimana masyarakat dapat mengirimkan dan menerima banyak informasi. Masyarakat menggunakan media sosial, atau media online pada umumnya, terutama sebagai alat mengumpulkan sebanyak mungkin informasi, membagikan berbagai kisah, dan melakukan diskusi atas berbagai hal yang menjadi perhatian banyak orang.

Hirarki Sosial

Dapat dipahami secara garis besar bahwa Hirarki Sosial merupakan pengelompokan ataupun urutan dari tingkatan abstraksi menjadi seperti satu struktur dalam satu tatanan kelompok masyarakat. Hirarki sosial ada karena setiap orang atau kelompok orang mempunyai tingkatan-tingkatan kemampuan, kecerdasan, kebutuhan dan ketertarikan terhadap sesuatu yang berbeda-beda.
Contohnya yang paling mudah yaitu kita ambil dari yang paling dekat dengan kehidupan kita sehari-hari yaitu hirarki kebutuhan. Dalam kehidupan sehari-hari kita sering bertanya-tanya mengapa setiap orang memiliki ketertarikan terhadap sesuatu yang berbeda-beda, mengapa ada orang yang memiliki cita-cita sangat tinggi, sedangkan ada juga yang hanya menjadi orang yang biasa-biasa saja. Ada yang sudah puas menjadi dirinya sendiri, tetapi di sisi lain ada juga yang ingin menjadi presiden, public figure, ataupun yang lainnya.

Apa yang membuat mereka termotivasi, dan apa yang membuat mereka tidak termotivasi. Pertanyaan-pertanya semacam itu sudah ada sejak beberapa puluh tahun silam, kebutuhan manusia meningkat terus ke atas apabila jenis kebutuhan yang dasar sudah terpenuhi. Tingkatan kebutuhan manusia : 1) Kebutuhan fisiologis, 2) Kebutuhan akan keamanana (safety), 3) Kebutuhan dicintai (Love/belonging), 4) Kebutuhan untuk rasa percaya diri (Esteem), dan 5) Kebutuhan puncak, yaitu aktualisasi diri (self-actualization).
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)