Selanjutnya pembangunan tower telekomunikasi, dari beberapa desa yang ada di Bangkinang tepatnya di desa pedalaman tidak ada tower, sebenarnya pembangunan tower ini mempunyai hubungan dengan pembangunan jalan. Karena jika pembangunan jalan jalur darat tidak terealisasi maka pembangunan tower akan kesulitan dikarenakan seperti yang diketahui alat-alat yang akan digunakan untuk membangun tower tidaklah mudah dan tidak bisa disalurkan dari jalur air melainkan harus lewat jalur darat, itulah yang membuat pembangunan dikatakan belum merata, dampaknya banyak masyarakat yang seharusnya mengetahui berbagai informasi dari pusat tetapi harus ketinggalan informasi karena terhalang jaringan atau sinyal telekomunikasi yang tidak ada.
Permasalahan pembangunan daerah yang tidak merata ini merupakan tantangan bagi pemerintah bahkan bagi semua lapisan masyarakat. Pembangunan diharuskan merata di masing-masing daerah di seluruh Indonesia sesuai dengan kebutuhan masing-masing, guna mempercepat pertumbuhan dan perkembangan setiap daerah bahkan bagi masyarakat untuk mencapai kesejahteraan umum sesuai dengan tujuan dasar bangsa Indonesia. Tetapi, untuk menciptakan pembangunan yang merata memang tidaklah mudah, dibutuhkan partisipasi, inspirasi bahkan dukungan keras dari semua pihak terutama dari pihak pemimpin baru kemudian disalurkan kepada masyarakat. Namun pembangunan yang tidak merata ini didasarkan pada hubungan sebab akibat. Menurut saya pribadi pembangunan yang tidak merata itu diakibatkan belum adanya sikap profesionalisme dari perilaku pengembangan maupun pemimpin dari daerah itu sendiri dan belum optimalnya dukungan kebijakan nasional dan daerah dari pihak masyarakat.
Dari analisis kasus yang telah saya buat dapat dibilang negara Indonesia memiliki wilayah yang luas dengan ribuan pulau di dalamnya, tetapi sampai saat ini belum terdapat perataan pembangunan yang memadai bagi masyarakat terkhusus lagi di kabupaten Kampar yang masih mendambakan pembangunan yang merata. Pengertian dari pembangunan itu merupakan semua proses perubahan yang dilakukan melalui upaya-upaya secara sadar dan terencana guna untuk memperbaiki semua aspek kehidupan yang terus didambakan oleh masyarakat. Berarti dalam konteks ini Indonesia belum melakukan pembangunan yang merata di seluruh Indonesia, dan yang terkhusus dibahas di sini yaitu di kabupaten Kampar karena pemabangunan yang dilakukan masih terpusat pada daerah perkotaan saja dan dampaknya daerah pedesaan kurang mendapat perhatian, yang dikarenakan belum sepenuhnya mendapat perhatian dari pemerintah, di sisi lain juga penghambatnya adalah faktor ekonomi yang masih kurang stabil yang mengakibatkan pembangunan menjadi terhambat dan masyarakat juga belum bisa memberikan informasi yang jelas mengenai ketidakmerataan itu, maka bisa juga dibilang belum adanya kerjasama ataupun interaksi yang baik antar masyarakat dan pemerintah. (***)
Daftar pustaka:
1.https://kompaspedia.kompas.id/baca/profil/daerah/kota-pekanbaru-simpul-ekonomi-seni-dan-budaya-melayu
2.http://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/al-iqtishad/article/download/7248/4190
3.https://www.riau.go.id/home/content/63/infrastruktur
Ditulis oleh: Norhapilah (Mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Negara Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau)