Orang Jahil Semakin Terdepan, Harus Didengar dan Dituruti Perintahnya, Kemana Orang Berilmu?

Oleh: Yuliana SSos
datariau.com
1.081 view
Orang Jahil Semakin Terdepan, Harus Didengar dan Dituruti Perintahnya, Kemana Orang Berilmu?
Ilustrasi. (Foto: Internet)

DATARIAU.COM - Menuntut ilmu agama dan pengetahuan adalah kewajiban bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan.

Manusia dapat membedakan antara yang benar dan dan yang salah melalui ilmu, sehingga bisa memahami kewajibannya sebagai manusia yang bertakwa, menjalankan perintah dan menjauhi larangannya.

Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda: Barang siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu maka Allah akan mudahkan jalannya menuju surga. (HR Muslim)

Keutamaan ilmu juga dapat menjaga kita dari berbagai syubhat (kerancuan pemikiran) yang menyerang, dengan ilmu yang kita miliki, kita dapat membantah argumen orang-orang yang ingin merusak agama.

Apalagi seperti sekarang ini, banyak orang jahil membenarkan kesalahan demi kepentingan duniawi. Banyak orang yang orientasinya hanya kedudukan dan jabatan sehingga menepiskan syariat yang mengikatnya. Sehingga kemaksiatan lebih leluasa masuk di tengah-tengah masyarakat yang minim ilmu.

Jelas, bahwa ilmu membawa kebahagiaan pemiliknya di dunia dan di akhirat, karena dengan ilmu dapat menyelamatkan seseorang dari kesesatan. Ilmu juga merupakan kunci yang mengangkat derajat pemiliknya di hadapan Allah Subahanahu wa Ta'ala.

Allah berfirman dalam Al Quran Surat Al Mujadilah ayat 11: Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Dalam rekaman sejarah, peradaban Islam dipenuhi oleh catatan yang mengesankan tentang perkembangan keilmuan. Ketika Barat masih dalam masa kegelapan, intelektual muslim sudah lebih dahulu mengembangkan karya-karya yang mengguncang dunia. Jadi jelas ini membuktikan modal utama umat Islam di masa kejayaannya adalah iman dan ilmu.

Metode pengajaran dalam Islam bersifat praktis dan diterapkan. Ketika diterapkan secara praktis maka ilmu akan bermanfaat, bukan hanya teori atau seperti buku pajangan. Hasilnya sepanjang sejarah keemasan Islam para penuntut ilmu mampu memberikan kontribusi ilmunya untuk kemaslahatan umat.

Para ilmuwan Islam bukan hanya ahli dalam bidang keilmuwannya, tetapi mereka juga seorang yang faqih dalam agama. Maka dari itulah ilmu harus seiring dan sejalan dengan iman. Ketika ditanya dimanakah tempat mencetak ilmuwan pengukir peradaban emas dalam Islam, jawabnya hanya ada satu yaitu sebuah lingkungan Islam.

Ilmu yang berkah diperoleh dengan meninggalkan maksiat, karena ilmu adalah cahaya, jadi tidak akan Allah berikan kepada pelaku maksiat.

Pada masa sekarang ini, ketika kemaksiatan merajalela, ilmu agama semakin jauh dari kita, bukan tidak mungkin Islam akan mengalami kemunduran.

Seperti sama-sama kita lihat, akhir-akhir ini orang jahil semakin terdepan, harus didengar dan dituruti perintahnya, sementara orang yang paham ilmu semakin berkurang, hingga akhirnya tak ada yang berani mencegah kemungkaran.

Untuk itulah kita sebagai muslim wajib kembali mengisi hari dengan menuntut ilmu dan menyebarkannya untuk kejayaan Islam.***

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)