DATARIAU.COM- Di tengah derasnya arus ilmu pengetahuan dan teknologi modern, biologi kerap dipandang hanya sebagai ilmu tentang makhluk hidup seperti yang biasa diketahui adalah tentang sel, jaringan, atau sistem ekologi. Namun, melalui karya reflektif Prof Dr Firdaus LN MSi, berjudul Filsafat Pendidikan Biologi , saya merasa diajak untuk melangkah lebih dalam dengan memahami bukan hanya apa yang kita pelajari, tetapi juga mengapa dan untuk apa ilmu itu dipelajari.
Buku ini menghidupkan kembali ruh pendidikan biologi sebagai ilmu yang tidak sekedar mengurai kehidupan, tetapi juga membangun kesadaran moral, ekologis, dan kemanusiaan. Melalui bahasa yang ringan dan mudah dipahami, buku Prof. Firdaus mengajak saya menelusuri tiga mata pisau filsafat yang menjadi landasan setiap ilmu, yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi.

Buku Filsafat Pendidikan Biologi memaparkan hubungan antara biologi sebagai ilmu empiris dengan filsafat sebagai landasan berpikir reflektif. Tiga dimensi utama yang dikupas berupa ontologi, epistemologi, dan aksiologi, menjadi bingkai untuk memahami biologi bukan sekadar kumpulan teori, tetapi sebagai pedoman untuk hidup dan berpikir ilmiah secara bermakna.
Ontologi membahas tentang apa yang benar-benar ada dalam realitas kehidupan. Dalam konteks biologi, Prof. Firdaus membimbing saya sebagai pembaca untuk menanyakan hakikat makhluk hidup, objek kajian biologi, dan cara membedakan kehidupan dari non-kehidupan.
Biologi dalam pandangan ontologis tidak hanya mengamati organisme sebagai benda hidup, tetapi memahami kehidupan sebagai proses dinamis yang saling terhubung. Dengan cara pandang ini, belajar biologi menjadi sarana untuk mengenal keteraturan alam semesta dan peran manusia di dalamnya.
Epistemologi membahas bagaimana pengetahuan diperoleh, diuji, dan dibenarkan. Prof Firdaus menjelaskan bahwa dalam pendidikan biologi, epistemologi berperan penting untuk membantu siswa memahami cara memperoleh pengetahuan biologi secara ilmiah , melalui observasi, eksperimen, dan penalaran kritis.
Pendidikan biologi bukan hanya soal menghafal fakta, melainkan latihan berpikir ilmiah yang melatih ketelitian, kejujuran intelektual, dan kemampuan bernalar. Dari sini, siswa tidak hanya mempelajari apa itu kehidupan , tetapi bagaimana mengetahui dan memahami kehidupan secara ilmiah dan reflektif.
Aksiologi membahas nilai dan etika dalam penggunaan ilmu pengetahuan. Dalam pendidikan biologi, Prof. Firdaus menyoroti isu-isu penting seperti tanggung jawab moral dalam penggunaan bioteknologi, konservasi lingkungan, dan penelitian ilmiah yang beretika.
Beliau mengingatkan bahwa ilmu pengetahuan tanpa nilai dapat melahirkan ketimpangan. Oleh karena itu, pendidikan biologi harus merancang kesadaran ekologis dan moral agar setiap kemajuan teknologi membawa manfaat bagi kehidupan.
Aksiologi menjadi jembatan antara pengetahuan dan kebijaksanaan, antara berpikir dan berperilaku secara etis.
Kekuatan buku ini terletak pada pemahaman sains dan nilai kemanusiaan secara harmonis. Prof Firdaus tidak hanya menjelaskan teori filsafat, tetapi membimbing saya sebagai pembaca untuk memikirkan makna belajar biologi dalam konteks kehidupan sehari-hari.
Buku ini mengajarkan bahwa memahami biologi bukan sekadar mempelajari makhluk hidup, tetapi juga memahami kehidupan itu sendiri, termasuk tanggung jawab manusia dalam menjaga keseimbangan alam.
Saya sebagai pembaca diajak melihat bahwa biologi bukan hanya ilmu tentang kehidupan, melainkan cara hidup yang berilmu.
Analisis filosofi disajikan dengan bahasa yang mudah dicerna tanpa kedalaman ilmiahnya. Sehingga buku ini relevan untuk berbagai kalangan, seperti guru, dosen, pelajar, hingga pemerhati pendidikan dan lingkungan.
Buku ini juga membangun kesadaran reflektif bahwa ilmu biologi tidak berdiri sendiri, tetapi melekat pada nilai-nilai moral dan kemanusiaan. Buku ini juga menyentuh sisi spiritual ilmu pendidikan dengan menyatukan antara pengetahuan dan kebijaksanaan, logika dan empati.
Membaca Filsafat Pendidikan Biologi karya Prof. Firdaus ibarat menapaki perjalanan dari laboratorium menuju ruang batin.