Krisis Kesehatan Jiwa Anak dan Tantangan Sistem Kehidupan

Oleh: Siti Aminah
datariau.com
82 view
Krisis Kesehatan Jiwa Anak dan Tantangan Sistem Kehidupan
Ilustrasi. (Foto: Int.)

Dalam pandangan Islam, negara tidak boleh hanya berfungsi sebagai fasilitator pasar. Sebagaimana dijelaskan oleh Taqiyuddin an-Nabhani, negara memiliki tanggung jawab riayah, yaitu mengurus kehidupan rakyat secara menyeluruh.

Dalam sistem Islam, setiap individu dipandang sebagai amanah dari Allah yang harus dijaga kesejahteraannya, baik secara fisik, psikologis, sosial, maupun spiritual. Negara tidak hanya hadir ketika terjadi krisis, tetapi memastikan sejak awal bahwa sistem kehidupan yang dibangun mampu menjaga kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

Layanan kesehatan jiwa dalam sistem Islam menjadi bagian dari layanan kesehatan yang dijamin negara. Tenaga profesional didistribusikan secara merata, tidak ada sekat biaya yang menghambat akses masyarakat, dan penanganan psikologis juga disertai penguatan akidah serta spiritualitas.

Selain itu, sistem pendidikan berbasis akidah Islam bertujuan membentuk karakter, ketakwaan, dan ketahanan jiwa generasi muda. Anak-anak diajarkan memahami realitas kehidupan dari perspektif akidah, sehingga tekanan material tidak menjadi beban yang menghancurkan mental mereka.

Negara juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga kesejahteraan keluarga. Pemenuhan kebutuhan dasar rakyat, perlindungan terhadap keluarga, serta layanan konseling yang memadai menjadi bagian dari tanggung jawab struktural negara.

Data sekitar 28 juta warga Indonesia yang mengalami gangguan kesehatan jiwa seharusnya menjadi alarm serius bagi seluruh pihak. Angka ini menunjukkan bahwa tekanan kehidupan modern tidak hanya berdampak pada ekonomi, tetapi juga pada kondisi psikologis masyarakat.

Ketika negara membiarkan rakyat menghadapi tekanan hidup sendirian, maka krisis kesehatan mental akan semakin meluas. Sebaliknya, ketika negara menjalankan perannya sebagai pengurus kehidupan rakyat, kesejahteraan tidak hanya diukur dari aspek material, tetapi juga dari ketenangan jiwa masyarakat.

Islam menawarkan paradigma tersebut. Sebuah sistem yang tidak sekadar mengatur ekonomi, tetapi juga menjaga manusia secara utuh. Dalam sistem seperti inilah kesehatan jiwa masyarakat dapat terpelihara, keluarga dapat hidup lebih tenang, dan generasi masa depan dapat tumbuh dengan ketahanan mental yang kuat. Wallahu a’lam bi ash-shawab.***

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)