Krisis Kemanusiaan Butuh Solusi Pasti

Oleh: Siti Maimunah, S.Pd
datariau.com
730 view
Krisis Kemanusiaan Butuh Solusi Pasti
Foto: Istimewa

DATARIAU.COM - Berita Palestina sampai hari ini masih bisa kita pantau lewat media internet walaupun Presenter dan awak media bertaruh nyawa untuk membeberkan fakta yang terjadi. Kabar kematian santer terdengar, bahkan awak media pun tidak luput dari serangan militer Israel.

Serangan militer Israel yang berkepanjangan dilakukan sejak bulan Oktober 2023 telah menewaskan lebih dari 60.000 warga palestina, ratusan rumah hancur dan jutaan orang terpaksa menjadi pengungsi. Walaupun militer Israel berdalih melindungi warga sipil saat menyerang Hamas, namun Israel juga menggempur habis-habisan warga dan objek sipil di Gaza.

Menurut web berita Al-Jazeera, baru-baru ini militer Israel telah menewaskan sedikitnya 29 warga Palestina di seluruh Gaza sejak fajar pada hari senindalam serangan terhadap kamp-kamp tenda untuk orang-orang terlantar.

Serangan berkepanjangan yang dilakukan Israel menyebabkan krisis pangan di Gaza, Palestina. Mereka menjadikan kura-kura sebagai alternatif makanan karena tidak ada sumber protein lain.

Program Pangan Dunia PBB (WFP) menyatakan keprihatinan mendalam atas penurunan tajam persediaan bahan pangan, dengan memperingatkan bahwa jalur Gaza berada diambang bencana kemanusiaan.

Setidaknya 2 juta orang yang sebagian besar mengungsi hidup tanpa sumber pendapatan apapun, dan sepenuhnya bergantung pada bantuan kemanusiaan untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka.

WFP membunyikan alarm atas meningkatnya bahaya bagi ratusan ribu penduduk Gaza. WFP menekankan bahwa situasi kritis ini diperparah penutupan perbatasan yang sedang berlangsung oleh Israel yang mencegah pengiriman pasokan pangan yang penting dan mendesak ke jalur Gaza.

Penderitaan kaum muslim di Gaza tak juga berakhir. Sementara penjajah zionis justru makin brutal, berbuat di luar batas kemanusiaan. Kecaman dunia tak dihiraukan. Disisi lain, para penguasa muslim tetap hanya mencukupkan diri dengan kecaman tanpa aksi nyata. Bahkan meski umat Islam hari ini sudah mulai menyuarakan jihad sebagai solusi.
Bagaimana hendak menolong saudara kita di Palestina apabila tidak ada aksi nyata untuk menolong mereka?

Umat wajib menolong sesama saudaranya karena itu perintah Allah. Tetapi sekat nasionalisme seakan membuat kita jauh dari saudara kita di belahan bumi yang lain dan terkesan mustahil menyuarakan persatuan umat Islam di seluruh dunia. Maka gerak umat harus ada yang memimpin agar terarah begitulah solusi atas problematika multidimensi umat Islam dan Palestina bisa diselesaikan.

Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam sudah mencontohkan begitu pula dengan para sahabatnya, ketika semasa hidup mereka yaitu memimpin umat Islam menerapkan aturan Islam dengan dakwah dan jihad dengan kepemimpinan yang satu yaitu khilafah Islam di Madinah hingga menguasai ¾ belahan dunia lalu sampai pada kepemimpinan khilafah Turki Utsmani.

Betapa mengagumkan bila kita hidup di bawah aturan Islam, darah, harta dan nyawa kita terlindungi dengan aturan Allah yang Maha Mengetahui fitrah manusia. Umat Islam ibarat satu tubuh apabila ada bagian tubuh yang sakit maka seluruh tubuh merasakannya. Hari ini tidak pandang dia beragama apapun mereka berbondong-bondong turun ke jalan untuk menyuarakan pembebasan Palestina.

Tapi Israel tidak bergeming dengan kecaman bahkan pemboikotan produk-produknya bahkan Negara adidaya saja dibuat tidak berdaya, hanya kekuatan persatuan Islam dengan jihad dalam satu kepemimpinan Global sebagai perisai umat yang mampu menjaga darah dan jiwa kaum muslim.
Sudah saatnya kita kembali pada aturan Allah yang sempurna agar kita selamat dunia dan akhirat. Wallahu a’lam bishawab.***

Tag:Palestina
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)