Ketika Berita Media Online Cuma Asal Viral

datariau.com
2.038 view
Ketika Berita Media Online Cuma Asal Viral
Ilustrasi (Foto: Internet)

Sebenarnya sah-sah saja bagi pers untuk memviralkan berita yang muncul di media sosial. Ketua Komisi Pengaduan Masyarakat dan Penegakan Etika Pers (PMPEP) Dewan Pers Imam Wahyudi pada 2018 menegaskan hal ini, dengan catatan tidak mengubah konten berita yang disebarluaskan ke publik.

Sebelumnya, pers juga perlu memverifikasi pemberitaan yang terlebih dahulu muncul di media sosial. Namun, perlu diketahui bahwa berita-berita yang muncul di media sosial tidak semuanya menggunakan etika jurnalistik yang benar. Media sosial memiliki kerawanan dalam ketidakseimbangan sudut pandang, dan dapat menciptakan ruang gema yang sarat akan polarisasi.

Akibatnya, masyarakat akan banyak disajikan ?fakta yang diharapkan?, dibandingkan ?fakta yang memang terjadi?.

Penurunan kualitas pers dapat menyuburkan penyebaran disinformasi, serta menurunkan kepercayaan publik kepada media massa konvensional. Maka dari itu, saya merasa bahwa jurnalis dan editor merupakan garda terdepan dalam mengembalikan kepercayaan publik terhadap pers, dengan tidak asal dalam memviralkan sebuah berita. Cara-cara seperti clickbait tidak bermutu.

Kesadaran ini juga perlu muncul dari stakeholder institusi media. Objektivitas, independensi, dan pemberitaan yang bersahaja adalah kunci dalam mengembalikan kepercayaan publik terhadap pers.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Ketika Berita Media "Online" Cuma Asal Viral

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)