AI Membantu Guru, Tapi Siapa Mengajari Murid Berpikir?

Oleh: Siti Amie, S.Pd
datariau.com
61 view
AI Membantu Guru, Tapi Siapa Mengajari Murid Berpikir?

Dalam perspektif Islam, perkembangan teknologi, termasuk AI, merupakan perkara yang mubah untuk dimanfaatkan selama memberikan kemaslahatan. Karena itu, negara harus memastikan tersedianya fasilitas pendidikan yang mengikuti perkembangan zaman sekaligus menyiapkan tenaga pendidik yang profesional, amanah, dan mampu menggunakan AI secara efektif, etis, transparan, serta bertanggung jawab. Dengan dukungan tersebut akan tumbuh budaya eksperimen, eksplorasi, dan inovasi, tanpa menghilangkan proses berpikir yang menjadi inti pembelajaran.

Baca juga:Riset Palsu dan Alarm Krisis Integritas Pendidikan


Guru tetap menjadi sosok yang digugu dan ditiru. Kehadirannya bukan hanya mengajarkan teori, tetapi juga memberikan keteladanan nyata yang tidak akan pernah mampu diberikan oleh robot ataupun perangkat lunak. Output pendidikan dalam Islam pun tidak hanya diukur dari angka-angka dalam rapor, melainkan juga dari pemahaman yang tercermin dalam akhlak dan perilaku peserta didik sehari-hari.

Karena itu, kemajuan AI hendaknya dipandang sebagai alat bantu, bukan pengganti manusia. Teknologi seharusnya memperkuat proses pendidikan, bukan mengkerdilkannya. Selama negara mampu menghadirkan sistem pendidikan yang berorientasi pada pelayanan, menyiapkan guru yang berkualitas, serta menempatkan teknologi dalam koridor etika dan kemaslahatan, AI justru akan menjadi instrumen penting dalam mencetak generasi yang unggul. Sebaliknya, jika proses berpikir manusia perlahan diserahkan kepada mesin, maka yang kita hasilkan bukanlah generasi pembelajar, melainkan generasi yang terbiasa menerima jawaban tanpa pernah belajar bagaimana menemukan kebenaran. Wallahu ‘alam bishawab.***

Baca juga:Artificial Intelligence dalam Pembelajaran Biologi: Inovasi Pendidikan atau Tantangan Baru bagi Guru?
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)