Oleh: Yogi Pratama

Harapan Budak Melayu Kepada "New Gubri"

datariau.com
1.273 view
Harapan Budak Melayu Kepada "New Gubri"

DATARIAU.COM - Jika tidak ada halang melintang, beberapa waktu lagi Riau kembali mencatatkan sejarah pemangku tampuk kepemimpinan bumi Melayu ini. Salah satu putra terbaik Melayu bernama Syamsuar dipercaya rakyat Riau untuk memikul amanah yang berat ini dipundaknya.

Besar harapan kami sebagai budak-budak Melayu Riau kepada Bapak Syamsuar untuk membangun Riau kearah yang lebih baik dibidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, pelastarian kebudayaan Melayu dan lain sebagainya. Kepercayaan yang kami berikan kepada beliau bukanlah tanpa alasan. Kami bisa melihat bagai mana keberhasilan beliau membangun Negeri Istana menjadi salah satu kabupaten yang maju terutama di bidang wisata berbasis kebudayaan Melayu dan penerapan Perda syariah.

Berdasarkan hasil dari KPU Riau, pasangan Pak Syamsuar dan Edi Natar unggul dari ketiga calon pasanganan lainnya. Pasangan dengan nomor urut satu ini mendapatkan lebih dari 38% suara. Sebagai anak jati Melayu asli, kami tentu tidak ingin sejarah kelam Gubri sebelumnya terulang. Kami tidak mau lagi Gubri terjerat ke dalam kasus apapun.

Kami sudah bosan dipimpin Plt Gubri karena Gubri ditangkap KPK. Ditangkapnya Gubri merupakan hal yang bisa menjatuhkan marwah Riau. Gubri merupakan orang yang didahulukan selangkah ditinggikan seranting. Kami mau orang yang kami tinggikan seranting dan dahulukan selangkah itu menjadi cerminan orang asing terhadap tuah dan marwah orang Melayu.

Secara pribadi saya memiliki beberapa harapan kepada bapak Syamsuar. Diantara harapan saya adalah:

1. Masalah karhutla

Masalah kebakaran hutan dan lahan di Riau menjadi masalah klasik yang terus berulang setiap tahun. Setiap tahun juga hampir bisa dipastikan masyarakat Riau menghirup asap. Akibat asap ini banyak sekolah diliburkan dan pelayanan publik terganggu.

Saya berharap Pak Syamsuar bergerak cepat untuk menyelesaikan masalah ini yang bermuara pada RTRW Riau yang entah bagai mana kabar kejelasannya sekarang. Kami berharap Gubri yang baru bertindak tegas dengan mencabut izin perusahaan yang melanggar. Dengan demikian, jika RTRW jelas dan perizinan pada perusahaan diperketat diharapkan karhutla bisa dikurangi, sukur-sukur bisa dihilangkan di bumi Melayu.

2. Pengembangan sektor wisata berbasis kebudayaan Melayu

Banyak wisata bagus di Riau belum terkelola dengan baik. Kendalanya adalah kurangnya promosi dan kurangnya fasilitas mendukung di tempat pariwisata tersebut. Riau juga dikenal dengan kekentalan budaya Melayu-Nya.

Jika Gubri bisa merangkul pihak-pihak yang berkompeten, pengkombinasian sektor wisata dengan kebudayaan Melayu akan menjadi potensi sumber pendapatan daerah yang luar biasa. Selain itu juga, pencapaian visi Riau 2020 menjadi pusat kebudayaan Melayu hanya menunggu waktu untuk terwujud. Namun sebaliknya, jika Gubri tidak mampu mengelola potensi ini, visi Riau 2020 hanya akan menjadi cerita dongeng sebelum tidur dan mimpi di siang bolong.

3. Pembukaan lapangan kerja

Riau salah satu provinsi kaya yang banyak mengantarkan duit Ke Jakarta untuk membangun Indonesia. Di Riau juga banyak perusahaan perkebunan. Namun sayang, semua kekayaan itu belum banyak menyentuh orang Melayu. Pengangguran di Riau juga masih tinggi. Diharapkan Gubri bisa mengatasi masalah ini.

4. Perda Syariah

Budaya Melayu identik dengan dengan Islam. Budayawan Melayu Almarhum Datuk Tenas Effendy pernah mengatakan bahwa salah satu ciri orang Melayu itu adalah beragama Islam. Maka dengan demikian penerapan perda syariah di bumi Melayu adalah harga mati yang seharusnya tidak bisa ditawar lagi.

Salah satu alasan kami memberikan amanah jabatan gubernur ini kepada Pak Syamsuar adalah keberhasilan beliau merepakan perda zakat di Siak. Besar harapan saya secara pribadi Pak Syamsuar bisa melakukan hal yang sama untuk Riau. Harapan saya ini in syaa Allah tidak bertepuk sebelah tangan.

Ketika acara panen kurma di halaman Masjid Raya An Nur beberapa waktu lalu yang juga dihadiri olah Tuan Guru Ustadz Abdul Somad, wakil wali kota Ayat Cahyadi dan Pak Syamsuar, dalam sambutan singkatnya, beliau mengatakan sudah siap menjalankan amanah dari masyarakat Riau dan meningkatkan pendapatan zakat Riau.

Selain dari zakat, saya juga berharap kepada pak Syamsuar bisa mengeluarkan dan menerapkan wajib menutup aurat terutama di tempat-tempat umum seperti kantor pemerintahan, pusat belanja, tempat rekreasi, jalanan dan tempat lainnya yang banyak orang berkumpul.

Kita tentu menyadari bahwa Gubernur bukanlah manusia super yang bisa merubah dan mewujudkan sesuatu hal dalam sekejap mata. Mari kita sama-sama mendukung dan berdoa agar Gubernur kita yang baru bisa membawa Riau kembali terbilang.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)