25 Tahun Tragedi Srebrenica, Dimana Peran PBB?

datariau.com
1.084 view
25 Tahun Tragedi Srebrenica, Dimana Peran PBB?
Sarmi Julita
DATARIAU.COM - Juli 1995-Juli 2020, 25 tahun sudah terjadinya peristiwa sejarah yang sangat memilukan bagi kaum muslimin yakni genosida atau pembantaian sistematis muslimin Bosnia di Srebrenica, Bosnia dan Herzegovina. Genosida 8000 lebih kaum muslimin Bosnia merupakan pembunuhan massal terburuk di Eropa sejak akhir perang Dunia kedua. Laki-laki dewasa dipisahkan dari anak-anak kemudian dieksekusi. Sedangkan para perempuannya dikeluarkan dalam antrian kemudian diperkosa. Saksi mata menyatakan betapa banyak korban bergelimpangan dijalan-jalan.

Bosnia-Herzegovina mendeklarasikan kemerdekaannya pada 1992 setelah referendum, dan diakui tidak lama kemudian oleh pemerintah AS dan Eropa. Tetapi kelompok Serbia Bosnia memboikot referendum. Segera setelah itu pasukan Serbia Bosnia - didukung oleh pemerintah Serbia - menyerang negara yang baru terbentuk. Mereka mulai mengeluarkan Bosniaks dari wilayah itu untuk menciptakan "Serbia Raya" - kebijakan yang dikenal sebagai pembersihan etnis. Orang-orang Bosniak, yang sebagian besar adalah Muslim, adalah keturunan dari Slavia Bosnia yang menganut Islam di bawah pemerintahan Turki Ottoman pada Abad Pertengahan. Ratko Mladic adalah komandan pasukan Serbia Bosnia yang bertanggung jawab atas pembunuhan massal yang terjadi. (DetikNews, 11/07/2020).

Dalam peristiwa ini, PBB mengirimkan Pasukan Belanda sebagai pasukan penjaga perdamaian. Kaum muslimin Bosnia dievakuasi di Srebrenica yang diklaim sebagai ?daerah aman bebas dari serangan bersenjata atau tindakan permusuhan lainnya? oleh Dewan Keamanan PBB. Tahun 1995, Srebrenica jatuh ke tangan Serbia. Tempat ini dikepung dan terjadilah pembantaian tersebut. Sedangkan tentara Belanda sebagai perwakilan PBB ikut menyaksikan peristiwa tersebut dan tidak melakukan apa-apa.

Meski kemudian pengadilan PBB menghukum Jenderal Mladic (2017) namun Serbia justru menolak adanya genosida tersebut. Tahun 2019, Mahkamah Agung Belanda di Den Haag juga memutuskan Belanda bertanggung jawab atas kematian di Srebrenica. Namun, cukupkah ini semua mengobati luka menganga di hati kaum muslimin ? Cukupkah ini membayar ribuan nyawa yang dibantai dan dibunuh secara keji ? Bisakah kita percaya kepada PBB yang konon katanya sebagai penjaga perdamaian dunia ?

Sungguh tragis nasib kaum muslimin ketika tidak lagi memiliki pelindung atau perisai berupa sebuah negara. Pasca runtuhnya Khilafah Islam terakhir di Turki tahun 1924, dimana-mana kaum muslimin mengalami pelecehan, dituding terrorist, dll. Meski faktanya kaum muslimin justru banyak menjadi korban pembantaian dan pembunuhan keji tak berperikemanusiaan. Seperti di Palestina, Suriah, Irak, Rohingya di Myanmar, Xinjiang China, dll. Termasuk tragedi genosida di Srebrenica ini.

Siapa yang bertanggung jawab dan mampu mengembalikan marwah kaum muslimin ? Sementara PBB, Sungguh tak layak dijadikan tempat berharap. Setelah sekian banyak episode pembantaian, PBB tak pernah berpihak kepada kaum muslimin. Contoh lain di Palestina. Bukannya PBB ikut menghentikan tindakan Israel mencaplok tanah Palestina ? yang terjadi justru solusi dua negara. Bagaimana mungkin pencaplokan dilegalisasi dan justru diberi tempat ? Ibaratkan sebuah rumah yang kedatangan tamu. Si tamu justru ingin mengambil rumah beserta isinya dengan membantai yang punya rumah. Bagaimana bisa kemudian rumah dibagi dua ?.

Memang, bagi kaum muslimin sungguh tak pantas menjadikan orang-orang kafir sebagai wali atas segala urusan mereka. Allah Subahanahu wa Ta'ala sudah mengingatkan kaum muslimin dalam ayat-Nya yang mulia,

?Hai orang-orang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebagian mereka adalah pemimpin yang bagi sebagian mereka yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.? (Q.S Al Maidah : 51).

Peringatan 25 tahun tragedi Srebrenica menjadi pengingat bagi kaum muslimin. Kaum muslimin sangat membutuhkan sebuah kepemimpinan umum yang mampu menjaga mereka. Baik agama, kehormatan, jiwa/ nyawa, akal, harta, nasab/ keturunan, termasuk keamanan mereka. Eksistensi sebuah kepemimpinan ini dulu pernah ada dan In Sya Allah akan kembali hadir sebab telah dijanjikan oleh Allah dan RasulNya. Inilah harapan terbaik kaum muslimin dan bersama berjuang untuk kembali mewujudkan eksistensinya. Sebagai sebuah kebutuhan sekaligus sebuah kewajiban syariat untuk menerapkan hukum-hukumNya dalam segala sendi kehidupan. Wallahu ?Alam. (***)

Penulis: Sarmi Julita
Email: sarmijulitaa91@gmail.com

Editor
: Redaksi
Sumber
: Datariau.com
Tag:PBB
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)