DATARIAU.COM - 1 Muharram memang memiliki makna yang penting dan istimewa bagi kaum muslimin, mulai dari amalan-amalam apa saja yang dianjurkan di bulan Muharram, peristiwa dan sejarahnya.
Penetapan awal tahun hijriyah ini mulanya melalui diskusi yang panjang. Sebagian sahabat mengusulkan, awal tahun hijriyah dimulai sejak kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, sebagian lagi mengusulkan sejak pertama turunnya wahyu, serta ada juga yang mengusulkan pada saat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam wafat. Tapi kemudian berdasarkan kesepakatan, tahun hijriyah dimulai sejak hijrahnya Nabi dari Makkah ke Madinah. artinya hijrahnya Nabi dari Makkah ke Madinah memiliki makna yang mendalam bagi para sahabat.
Sebagaimana yang dikisahkan dalam buku sirah nabawiyah. Dimana dakwah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam selama tiga belas tahun di Mekah berupaya agar masyarakat Arab meninggalkan kejahiliyannya dalam bidang agama, akhlak dan hukum, menjadi umat yang mempercayai kebenaran utusan Allah subhanahu wa ta'ala dan menerima ajaran agama Islam yang disampaikannya sekaligus agar dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Namun ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berdakwah mengemban ideologi Islam yang menentang semua kehidupan jahiliah, cemoohan, ancaman, pemboikotan, siksaan psikis dan fisik bahkan sampai berakibat kematian dialami Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dan para sahabatnya. Dan bersamaan dengan itu turunlah pertolongan Allah subhanahu wa ta'ala dan wahyu yang memerintahkan untuk beliau berhijrah ke Madinah.
Di Madinah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam disambut dengan sangat baik oleh penduduk Anshar. Mereka menerima dakwah Nabi melalui Mush'ab bin Umair. Di madinah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mendirikan Negara Islam dan menerapkan syariat Allah subhanahu wa ta'ala. Hijrahnya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dan kaum muslim ke Madinah sampai mendirikan institusi negara, adalah titik balik perjuangan Islam. Saat itulah posisi Islam diperhitungkan.
Selanjutnya Islam terus didakwahkan hingga mencapai 2/3 dunia selama hampir 13 abad dan Islam berjaya diterapakan dalam wadah institusi negara. Belum ada satupun sistem buatan manusia yang mampu menandingi ketercapaian Islam.
Umat Islam hari ini hendaknya merefleksikan pelajaran berharga bahwa hijrah yang dicontohkan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bukanlah sekadar upaya untuk berpindah atau beranjak. Namun yang mesti dipahami adalah mengapa dan apa yang menjadi alasan dari hijrah yang dilakukan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tersebut, yakni berdakwah dan menerapkan syariat-Nya di muka bumi, yang dengannya manusia mendapat petunjuk, mulia, dan membangun peradaban yang hebat.
Tapi kenapa umat manusia hari ini terpuruk? Negara-negara Islam banyak yang terbelakang, tertinggal, mundur, banyak utang, terpecah belah, dibantai atas nama pembersihan etnis,dan terus bertengkar? Padahal sebelumnya kaum muslimin dengan islamnya adalah yang terkuat, terhormat, berjaya dan itu telah terbukti dalam sejarah.
Semestinya umat Islam jengah dengan kondisi ini lalu menuntut kembali pada Islam. Tidak hanya memuaskan diri pada seruan meninggalkan perayaan tahun baru masehi menjadi ucapan selamat tahun baru Islam. Tapi seruan untuk kebangkitan islam, perubahan dari kemaksiatan menuju ketaatan totalitas kepada seluruh syariat Allah subhanahu wa ta'ala.
?Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu" (QS Al Baqoroh 208)
Dalam konteks kekinian, Semangat Muharram harus menjadikan kaum Muslim berupaya untuk mengembalikan kembali sistem kehidupan Islam yang diperjuangkan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Hal ini hanya dapat dilakukan dengan menggiatkan dakwah Islam kaffah menggunakan thariqah (metode) yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam hingga kaum Muslimin mendapatkan kemulian yang memang menjadi identitasnya. Allahu A?lam bi Ash Shawab. (***)
*) Penulis merupakan Praktisi Pendidikan