NATUNA,DATARIAU.COM-Enam Orang personil Kantor SAR Natuna pagi ini bertolak menuju lokasi pencarian ke arah Timur laut Pulau Natuna 25 juli 2018 tepatnya jam 07:30 wib.
Dengan melakukan penyisiran dengan menggunakan 1 Unit Rib, beberpa anggota Sar Natuna menjajaki pantai-pantai sepanjang Timur Laut Pulau Natuna itu sampai ke Tanjung Sebuton.
Lalu padaPukul 09:00 WIB 5 orang rescuer personil Kantor SAR Natuna juga diberangkatkan menuju kearah pesisir pantai, sampai ke tanjung buton guna melakukan koordinasi ke setiap pelabuhan-pelabuhan rakyat yg berada di sepanjang pantai-pantai arah Timur Laut Natuna sampai Tanjung Sebuton dengan mengunakan Resceu car.

Hingga sampai pukul 16.00 Wib sore hari ini operasi pencarian pun dihentikan. Hasil nihil pun diterima lagi di hari ke Empat pencarian terhadap Nelayan Saher itu.
Namun dengan hasil itu Amirudin As saat diwawancarai sore ini 25-7-2018 dikantornya menyebutkan dari pihak BASARNAS Natuna masih akan tetap melakukan pencarian sampai waktu yang telah kami tentukan yaitu selama 7 hari hingga sabtu 28 Juli 2018.
Besok Sudah memasuki hari ke-5 lakukan pencarian terhadap nelayan Saher.
Sesuai perediksi kami pergerakan unsur sudah tidak akan di gerakkan lagi karena berdasarkan perhitungan kami kemungkinan korban sudah mendekati perbatasan atau mungkin sudah di jalur pelayaran internasional.
Dikarenakan kemampuan alut kami yg tidak memadai sehingga dibutuhkan sarana yg lebih besar untuk dapat mengcover wilayah tersebut Ungkap Amir.
Sementara sarana yg memadai di Natuna untuk menuju area tersebut cuma KRI , oleh sebab itu kami dari pihak BASARNAS Natuna sudah melakukan koordinasi dengan LANAL Ranai tentang area tersebut dan info dari pihak LANAL menyampaikan bahwa diarea tersebut sudah ada KRI YOS SUDARSO yg lagi melaksanakan tugas patroli perbatasan dan akan membantu melakukan pemantauan dan pencarian di area tersebut.
Selain itu kami Dari pihak BASARNAS Natuna tetap melaksanakan operasi sar pencarian terhadap 1 nelayan yg belum kembali dgn sistem pemantauan dgn cara freekom dan ekskom atau dengan cara operasi sar dengan menggunakan peralatan komunikasi dan memapelkan kejadian area duga ke SROP kijang sehingga SROP Kijang akan menyampaikan Maklumat Pelayaran ( MAPEL ) kepada kapal-kapal yang melintasi area pelayaran tersebut, yang mana hal itu merupakan area pelayaran internasional.
Semoga dengan langkah tersebut Kapal-kapal yang melintasi wilayah yang kami telah berikan dapat memberikan bantuan SAR apabila menemukan korban, serta menghubungi BASARNAS apabila menemukannya Pungkas Amirudin Kepala SAR Natuna