Direktur RSUD Natuna Ungkap Penyebab Kelangkaan Obat

datariau.com
2.601 view
Direktur RSUD Natuna Ungkap Penyebab Kelangkaan Obat
Foto: Arizki Fil Bahri

NATUNA, datariau.com - RSUD Natuna bisa dikatakan satu-satunya rumah sakit rujukan masyarakat Natuna. Meskipun satu-satunya, RSUD Natuna tetap berupaya memaksimalkan pelayanan untuk masyarakat yang ingin memperoleh pelayanan kesehatan.

"Saat ini RSUD kita juga baru selesai dinilai oleh Tim Akreditasi dan nilainya belum kita ketahui, sekarang penilaian oleh tim independen dan Kemenkes yang tak bisa diintervensi oleh pihak manapun," kata Direktur RSUD Natuna dr Faisal saat ditemui datariau.com, Jumat pagi tadi, (15/12/2017).

Dijelaskannya, apapun hasil penilaian tim independen dan Kemenkes RI nantinya untuk RSUD Natuna, selaku Direktur dr Faisal akan tetap bersyukur dan melakukan pembenahan di berbagai sektor.

"RSUD di Indonesia sangat jarang untuk mendapatkan nilai paripurna, paling kebanyakan mendaptkan nilai percobaan, itu pun sudah Alahamdulilah dibandingkan minim penilaian yang bisa mengakibatkan Rumah Sakit itu tutup," urainya.

Maka untuk tahun 2018 nanti, obat-obatan di Apotek RSUD Natuna akan minim kelangkaan dari pada tahun-tahun yang lalu, sebab hutang-hutang ke pihak distributor obatan yang kerja sama dengan RSUD Natuna sudah dilunaskan dan diselesaikan.

"Perlu digarisbawahi, hutang dari RSUD waktu tahun yang lalu dikarenakan obat-obatan yang sudah kami pesan kebanyakan diberikan ke masyarakat menggunakan Jamkesda,karena jumlahnya lebih banyak dibandingkan BPJS, sementara Jamkesda lambat dalam proses pembayaran ke kami," ungkapnya.

Dokter Faisal menyakini program Pemkab Natuna dalam pelayanan publik untuk kesehatan 2018 ini akan lebih optimal dibandingkan tahun yang lalu, dari segi obat-obatan sampai pelayanan dan tenaga medis.

"Agar masyarakat kita bisa lebih merasakan dan berasa akan program pemerintah kita," tutupnya.

Penulis
: Arizki Fil Bahri
Editor
: Adi
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)