Warga Sesak Nafas Terhirup Asap dan Abu Boiler PT Meganusa Intisawit

datariau.com
2.697 view
Warga Sesak Nafas Terhirup Asap dan Abu Boiler PT Meganusa Intisawit
Heri
Asap dan abu yang keluar dari Boiler Instalator PT Meganusa Sawit yang dikeluhkan warga.

RENGAT, datariau.com - Asap dan abu dari boiler tempat pembakaran janjangan kosong (Jangkos) PT Meganusa Intisawit (PT MNIS) di Desa Sukamaju Kecamatan Rakit Kulim dan Desa Bandar Padang Kecamatan Seberida, Kabupaten Inhu, membuat masyarakat resah dan terganggu.

Menurut warga, akibat asap dan abu ini, warga mengaku sesak nafas dan gangguan kesehatan lainnya. Penyakit yang dimaksudkan adalah akibat asap hitam dari cerobong Boiler Instalator Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT MNIS yang dibawa angin memasuki areal pedesaan.

Tokoh masyarakat Desa Sukamaju, Marudut P yang pernah menjadi Kades Sukamaju dikonfirmasi datariau.com terhadap keluhan itu mengatakan, bahwa asap boiler instalator PKS PT MNIS yang menghitam disebut selama ini memasuki areal pemukiman desa.

"Beberapa kali masyarakat mendatangi pihak PKS PTMNIS mengkomplain masalah asap dan abu yang memasuki areal pemukiman penduduk, namun pihak perusahaan sepertinya tidak memperdulikan," kata Marudut, Selasa (4/10/2016).

Dikatakan Marudut lagi, sebagaimana yang dialami istrinya Tanty (31) dan anaknya Risma (7) yang sudah menahun mengalami sesak nafas dan radang tenggorokan, dan warga lainnya juga merasakan hal yang sama, namun warga sepertinya tidak berdaya sebab Kepala Desa Sukamaju, dinilai dekat dan akrab dengan pihak perusahaan, sehingga masyarakat kesulitan untuk mengadukan nasibnya.

"Masyarakat Desa Sukamaju setiap harinya wajib menghirup asap yang disemburkan dari cerobong asap boiler yang berwarna hitam pekat dan asap itu bercampur dengan abu, hal ini juga mengakibatkan tanaman holtikultura dan bunga-bungaan milik warga menjadi tak bisa tumbuh subur bahkan malah mengering," katanya.

"Coba lihat sebentar lagi mobil pak Wartawan pasti diselimuti abu dan berwarna gelap, dan udara itulah setiap harinya yang harus dihirup oleh masyarakat Talang Sukamaju ini," lanjut Marudut sambil menunjuk ke mobil wartawan yang menemuinya.

Sementara di tempat terpisah, warga Desa Bandar Padang Kecamatan Seberida bernama Salim mengatakan, apabila tiupan angin mengarah ke desa Bandar Padang, maka warga Bandar Padang mau tidak mau harus menghirup udara tak segar itu, yang disemburkan dari cerobong boiler instalator pabrik sawit PT MNIS.

"Biasanya asap gelap itu bercampur dengan abu warna bintik-bintik hitam, selain berakibat terhadap kesehatan warga yang bisa mengalami penyakit sesak nafas dan radang tenggorokan, pakaian warga yang sedang dijemur juga ikut kotor kembali, karena ada semacam bercak-bercak kehitam," kata Salim.

Meneger PKS PT MNIS, Rusdi, didampingi Menejer Kebun PT MNIS, Mohon Simbolon dan Kepala Personalia, Try, saat dikonfirmasi permasalahan ini terkesan kurang menanggapinya.

Namun menurut Rusdi, pihaknya dalam hal praktek lingkungan melakukan pemantauan emisi secara teratur setiap 6 bulan sekali.

"Pembakaran Jangkos di tungku bakar di pabrik dengan tonase 13,5 per jam pelaksanaannya dipantau secara ketat dan diuji secara indenpenden dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, hasil uji yang selama ini dilakukan sudah sesuai dengan standart baku mutu yang berlaku," terangnya.

Penulis
: Heri
Editor
: Riki
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)