BAGANBATU, datariau.com - Warga penghuni rumah liar di daerah median jalan (DMJ) perbatasan Riau Sumut tepatnya di Kecamatan Bagansinembah Rohil yang telah ditertibkan mengaku kecewa dengan aksi PTPN III.
Melalui kuasa hukum warga Parulian Sitanggang SH mengatakan, dirinya mempertanyakan PT Perkebunan Nusantara III Kebun Torgamba sewenang-wenang menggali parit di wilayah Daerah Median Jalan (DMJ) yang statusnya milik Negara sehingga rumah penduduk disana dibongkar paksa.
Atas kejadian tersebut, masyarakat menandatangi dan mengajukan gugatan perdata di Pengadilan Negeri Rokan Hilir melalui kuasa hukumnya tersebut.
"Sekarang kalau kita bicara DMJ itu punya PU. Artinya dibawah Kementrian Umum. Kok senaknya saja itu PTPN III Torgamba mengorek paret. Sebenarnya ini bukan masalah mereka saja, ini masalah kita. Kenapa masalah kita, 3 meter dari jalan mereka gali. Ini jalan Nasional loh kelas satu," kata Parulian Sitanggang SH kepada Datariau.com, Rabu (6/9/2017) di Baganbatu.
Lanjut Tanggang, PTPN III mengorek parit tiga meter dari jalan berampak kepada masyarakat karena bisa saja terjadi erosi terhadap jalan tersebut dan siapa yang akan bertanggung jawab.
"Perlu kita luruskan, kami bukan menjadi provokator. Tapi mereka masyarakat di sepanjang Jalan Lintas Riau-Sumut datang ke kita dan minta tolong, dan kami disini selaku kuasa hukum," katanya.
Jadi, lanjutnya, ada sekitar 109 orang sebagai warga Negara Indonesia yang bertempatan tinggal sesuai KTP/KK di Kepenghuluan Bagan Manunggal dan Kepenghuluan Bagan Batu Barat, Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir mengajukan permohonan dan minta bantuan hukum.
"Semuanya punya identitas nomor KTP dan alamat lengkap di Jalan Lintas Riau Sumatera, Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir, Riau dan tidak ada yang gelap disitu," tegasnya.
Menurutnya, sebagai masyarakat Rokan Hilir dirinya merasa memiliki beban moril memperjuangkan masyarakat ini.
"Soal mungkin Pemda buat penghijauan saya pikir lain konteks. Lain konteks artinya seperti ini, jika mau buat penghijauan bagaimana masyarakat yang tinggal disana itu mau dikemanakan mereka itu dulu yang menjadi persoalan, soal bagaimana negosiasi saya pikir sah-sah saja," katanya.
Kemudian ada basaha mengatakan, bahwa masyarakat itu tidak boleh tinggal disana karena ini daerah median jalan dan milik Negara. "Apa emang kita ini tak milik negara. Kita ini warga negara loh, bahkan mereka itu udah puluhan tahun disana dan bukan satu maupun dua tahun," paparnya.
Lanjut Tanggang, pengusuran ini merupakan dampak dari penggusuran warung remang-remang yang dilakukan pemerintah, padahal tidak eharusnya penghuni rumah liar ikut digusur.
"Tapi mereka yang datang ke kita mohon bantuan 109 orang ini bukan tinggal di warung remang atau pemilik, bahkan selama ini mereka elergi dengan keberadaan warung remang disana bahkan ada instruksi Upika mereka siap di depan dan membantu membongkar tempat maksiat itu," katanya.
Dalam hal ini, ia selaku kuasa hukum masyarakat kecewa dengan Dinas PU. Kenapa diam saja sejak dilakukan eksekusi sampai saat ini belum ada turun ke lapangan.
"Karena kita tahu yang memiliki jalan itu PU dan mereka tentu paham mana wilayah batas DMJ dengan PT Perkebunan Nusantara III Kebun Torgamba," ungkapnya.
Menurut saran Sitanggang, banyak DMJ bisa dimanfaatkan oleh Pemkab Rohil. "Sama-sama kita lihat pasar bengkel itu masuk DMJ, Rantau Prapat, Tebing Tinggi dan Kisaran itu semua di DMJ pedagang berjualan dan dikelola dengan baik untuk wujud kehidupan masyarakatnya," katanya mencontohkan.
"Seperti Rantau Prapat itu sudah dikelola dengan baik. Yang bangun disana untuk berjualan masyarakat itu sendiri. Misalnya ada yang melanggar, mempekerjakan wanita-wanita tuna susila disitu itu tidak ada SP1 dan SP2, langsung mereka menyatakan keluar, jika tidak mau dipaksa keluar," terangnya.
Artinya, tambah Sitanggang, apa salahnya DMJ itu dimanfatkan untuk masyarakat. Jadi salah satu income ke Pemkab Rohil karena disana ada retribusi dan dikelola dengan baik.
"Menurut saya itu lebih bagus dan dikelola masyarakat disana dan warung jangan dikasih lagi berdiri disana," sarannya.