Proyek Pengerasan Jalan Tak Kunjung Selesai Dikeluhkan Warga

datariau.com
1.306 view
Proyek Pengerasan Jalan Tak Kunjung Selesai Dikeluhkan Warga
Heri
Kondisi pengerasan jalan yang dikeluhkan masyarakat karena seperti kubangan kerbau, tidak bisa lagi dilalui.

RENGAT, datariau.com - Rekanan kontraktor disebut lamban dalam menyelesaikan pekerjaan pengerasan jalan di Desa Lembah Dusun Gading Kecamatan Pasir Penyu Kabupaten Inhu. Akibatnya, aktifitas warga menjadi terhambat, karena jalan yang biasa mereka lintasi mobil muat pasir dan batu sungai saat ini tidak lagi bisa dilintasi karena becek setelah ditimbun.

"Sebetulnya kami warga Desa Lembah Dusun Gading sangat senang sekali jalan ini dibangun. Tapi seharusnya dikerjakan cepat oleh kontraktor. Kalau lambat seperti ini kami yang terniaya tidak bisa berkerja untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Lebih kurang 1 minggu sudah kami tidak bisa berkerja akibat pengerjaan jalan yang tak kunjung selesai ini," ujar warga setempat saat melaporkan kepada tim Datariau.com, Ahad (6/11/2016).

Pekerjaan warga ini setiap harinya adalah tukang muat pasir dan muat batu. Namun menurut mereka, karena pengerasan jalan yang tak kunjung selesai warga mengaku tidak bisa berkerja, karena pengerasan jalan itu bukan semakin bagus, tapi malah semakin becek seperti sawah.

"Kami selaku warga berharap pemerintah melalui Dinas Pekerjaan Umum jangan asal tunjuk kontraktor. Ini akibatnya asal tunjuk kontraktor akhirnya warga yang menjadi korban," katanya lagi.

Terpisah, Kepala Desa Lembah Dusun Gading Amirullah saat dikonfirmasi melalui selulernya membenarkan bahwa ada proyek pengerasan jalan di Desanya. "Benar, ada sekitar 1 kilo proyek pengerasan yang saat ini sedang dikerjakan, dan benar sudah 1 minggu lebih jalan tersebut tidak dapat dilewati, jangankan mobil, untuk lewati honda saja tidak bisa," urainya.

Ditanya apa penyebab jalan tersebut tidak bisa dilewati kendaraan, dijelaskannya bahwa jalan tersebut saat ini becek, jadi tidak bisa kendaraan melewati.

"Becaknya jalan disebabkan timbunan atau korokos yang untuk jalan belum dipadatkan menggunakan alat, baru hanya dihampar terus datang hujan," singkatnya.

Sementara itu, Jumadi akvitis LSM yang juga turun ke lapangan bersama tim Datariau.com meninjau jalan tersebut mengatakan, bahwa kondisi ini memang kesalahan Dinas PU Inhu.

"Mengapa saya bilang kesalahan Dinas PU, Dinas PU tidak melihat kontraktor itu miliki alat berat tidak. Seharusnya kalau kontraktor tidak miliki alat berat sendiri tidak usah diberikan proyek yang berhubungan dengan alat berat, inilah akibat alat berat sistem sewa, kalau pepatah bilang besar pasak dari pada tiang," sindir Jumadi.

Penulis
: Heri
Editor
: Riki
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)