Proyek PDAM Bermasalah, Dinas PUPR Inhu Turun Lapangan

datariau.com
1.424 view
Proyek PDAM Bermasalah, Dinas PUPR Inhu Turun Lapangan
Heri
Rombongan Dinas PUPR Inhu meninjau proyek galian PDAM.
RENGAT, datariau.com - Proyek penggalian dan pemasangan pipa PDAM yang dianggarkan melalui APBD Inhu Tahun 2017 dengan nilai lebih kurang Rp 400 juta dari Dinas Pekerjaan Umum Penataan dan Ruang (PUPR) dengan pelaksana CV Bungsu Bersaudara yang berlokasi di Kelurahan Tanah Merah Kecamatan Pasir Penyu bermasalah. Pasalnya, penggalian pipa yang menggunakan alat excavator mini mengkaibatkan beberapa proyek lama hancur, seperti aspal, drainase dan parit saluran air yang dikerjakan warga dengan gotong royong pun rusak.

"Kami masyarakat Tanah Merah sangat senang dan mendukung sekali dengan masuknya proyek PDAM ini, cuma ya koordinasi lah dengan perangkat dan lurah, ini tidak, masuk tanpa koordinasi, apa salahnya bilang assalamualaikum, namanya kita itu tamu. Ini tidak, setelah diberitakan baru melapor ke pak lurah," kata Suroso, Tokoh Masyarakat Tanah Merah di hadapan rombongan Dinas PUPR, Senin (18/9/2017).

"Coba kalau koordinasi, mungkin tidak akan terjadi hal seperti ini. Coba lihat itu, akibat galian pipa PDAM, aspal dan drainase rusak," lanjut Suroso.

"Kita tidak ada menghalangi pelaksanaan proyek ini, cuma bagaimana dengan sisa galian dan aspal atau drainase yang rusak dan untuk mendapatkan perbaikan aspal entah tahun kapan akan terlaksana," keluhnya lagi kepada dinas.

Pertemuan Dinas dan masyarakat serta kontraktor. (foto: heri/datariau.com)


"Sedangkan sudah berapa kali musrenbang diusulkan pengaspalan jalan tidak juga teralisasi. Jalan ini kalau tidak kita-kita masyarakat Tanah Merah yang menjaga siapa lagi," pungkas Suroso.

Menyikapi hal ini, Kadis PUPR Inhu melalui Penjabat Pembuat Komitmen (PPK) Andre Arzil ST mengatakan, dengan keterbatasan dana untuk tahun ini pekerjaan hanya sebatas penggalian dan pemasangan pipa, tahun depan baru akan dilakukan penyambungan ke rumah warga.

"Mengenai sisa galian, aspal dan drainase rusak, kita tegaskan rekanan kontraktor untuk segera merapikan dan memperbaiki yang rusak, dan ini ada rekanan kontraktornya," terang Andre Arzil ST saat di lapangan sambil menunjuk kontraktor.

"Saya, atas nama Dinas PUPR Inhu dan secara pribadi minta maaf kepada masyarakat Tanah Merah karena kelalaian rekanan tidak melapor terlebih dahulu sebelum pelaksaan dimulai dan juga kurangnya koordinasi dengan perangkat dan warga Tanah Merah," lanjutnya.

"Mari sama-sama kita dukung program pemerintah Inhu dalam meningkatkan infastruktur. Karena tanpa dukungan masyarakat pembangunan juga tidak berjalan dengan baik," pungkasnya.

Sementara itu, rekanan kontraktor PDAM, Herman mohon maaf kepada lurah, perangkat dan masyarakat Tanah Merah karena lambat memberitahu bahwa dirinya sedang melaksanakan proyek galian dan pemasangan pipa PDAM.

"Mengenai sisa tanah galian, drainase yang rusak, kami akan perbaiki seperti semula," janji Herman.
Penulis
: Heri
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
Tag:
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)