RENGAT, datariau.com - Potret buram pembangunan di daerah ini, dimana beberapa infrastruktur hanya diperhatikan di wilayah tertentu, sementara beberapa lagi terabaikan. Seperti kondisi jembatan di Desa Peladangan Kecamatan Batang Peranap, Inhu, mengancam keselamatan masyarakat.
Pantauan tim datariau.com di jembatan tersebut, kemarin, memang kondisinya memprihatinkan, tampak anak-anak sekolah meniti jembatan itu penuh cemas, karena bisa saja mereka terpeleset dengan kondisi jembatan yang roboh, mengancam anak-anak berseragam merah putih ini terperosok ke anak sungai.
Sebut saja, Bujang, siswa SD saat menlintasi jembatan tersebut bersama dengan teman-temannya saat ditemui datariau.com mengatakan bahwa jembatan ini sudah lama rusak. Setiap hari mereka memang melewati jembatan ini penuh hati-hati, karena sudah terbiasa maka rasa takut sudah hilang dan terbiasa.
"Jembatan ini sudah lama rusak bang, kami dengan teman-teman setiap hari lewati jembatan ini, sampai di jembatan ini saya dan teman-teman harus hati-hati," kata Bujang.
"Bang wartawan kan, tolong sampaikan sama pak Bupati untuk perbaiki jembatan kami ini ya bang," kata anak sekolah tersebut sambil melanjutkan perjalanan.
Sementara itu, Kedes Peladangan, Joko, dikonfirmasi mengatakan bahwa jembatan itu dibangun sejak tahun 2004 melalui PNPM, kondisi kerusakkan jembatan sudah 3 tahun lamanya.
"Kita bersama masyarakat sudah berulang kali melakukan perbaikan dengan dana swadaya. Untuk usulan sudah kita sampaikan ke Dinas PU Provinsi dan langsung dikawal oleh anggota DPRD pak Yulisman, untuk usulan di kabupaten 4 atau 5 kali usulan ada, tapi hingga kini belum juga terlaksana pembangunan jembatan tersebut," terang Kades.
Bahkan, lanjut Joko, usulan pembangunan jembatan langsung diajukan ke bupati Inhu. "Waktu bulan Maret tahun 2016 itu kan rusak parah, kebetulan kami mengadakan BKMT, kecamatan kami mengundang bapak Yopi, tapi beliau mendadak tidak dapat hadir, yang hadir ibunya bapak Yopi dan itu jembatan rusak yang keempatkalinya, dan proposal untuk pembangunan kami kasihkan ke ibunya pak Yopi untuk disampaikan ke pak Yopi," ulasnya.
"Kalau tidak salah hari Senin atau Selasa saya ke kantor PU Inhu ingin jumpa sama kepala dinas, tapi kepala dinas tidak ada di tempat, saya jumpa dengan pak Yos, jawaban pak Yos sama seperti tahun-tahun sebelumnya, akan diusahakan dibantu jembatan permanen tahun 2018 dan jawab itu yang kita dapat setiap kita menghadap ke Dinas PU," lanjutnya.
Sambung Joko, pada tahun 2016 saat menghadap ke Dinas PU, pihaknya disuruh bentuk tim, kemudian dibentuklah tim terdiri dari perangkat desa dan tokoh masyarakat, namun tak juga terlaksana pembangunan jembatan tersebut.
"Kami jumpai sama pak Kadisnya waktu itu, selama rusak sejak 2010 baru sekali dicek oleh Dinas PU. Hingga kini untuk anggota DPRD Inhu khususnya dapil setempat tidak pernah turun atau berkunjung ke desa apalagi meninjau jembatan tersebut, alasan beliau tidak miliki mobil doble cabin, takut tempuruk," cerita Kades.
"Proposal usulan udah kami sampaikan kemana-mana, akhir-akhir ini memang kami tidak ada lagi usulkan proposal, karena udah bosan, kita usulkan pun tidak juga dibangun oleh pemerintah," keluhnya sembari menjelaskan, tak mungkin membangun jembatan gunakan ADD, karena melanggar aturan.