Jika PT Inecda Ingkar Janji, Warga Ancam Blokir Jalan Perusahaan

datariau.com
2.069 view
Jika PT Inecda Ingkar Janji, Warga Ancam Blokir Jalan Perusahaan
Heri
Suasana rapat.

RENGAT, datariau.com - Sekali pun sudah dimediasi oleh Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Inhu, namun hingga kini permasalahan masyarakat Desa Tani Makmur Kecamatan Rengat Barat dengan PT Inecda terkait hama kumbang tanduk (Oryctes) belum juga selesai.

"Kesal dengan janji PT Inecda yang disampaikan melalui Humas-nya Joko Dwiyono yang tidak pernah ditepati, masyarakat Desa Tani Makmur akan gelar demo," ujar warga sekitar, Jumadi kepada datariau.com, Jumat (29/9/2017).

Tadi malam, lanjut Jumadi, masyarakat Tani Makmur sedang mengadakan rapat membahas permasalahan lahan yang diserang hama kumbang tanduk (oryctes).

"Kami mengadakan rapat, pihak managemen PT Inecda yang diwakili Humasnya Joko Dwiyono menjumpai H Gunardi agar masyarakat mendata lahanya yang terkena hama baik yang mati maupun yang rusak ringan, baik kelapa sawit maupun kelapa sayur yang hampir keseluruhanya kelapa milik warga mati," lanjut Jumadi.

Kedatangan Humas PT Inecda mungkin ada hubungan atau tekanan dari pihak terkait. Karena sebelumnya masyarakat ada melayangkan surat tuntutan ke Bupati, DPRD, Camat, Disbun dan juga ke PT Inecda sendiri.

Adapun tuntutan masyarakat Desa Tani Makmur, mereka resah karena penghasilan dari kebun kelapa sawit dan kebun kelapa yang selama ini menurun derastis semenjak perusahaan PT Inecda melakukan replanting sejak tahun 2014 sampai sekarang yang berdampak pada kerusakan kebun kelapa sawit dan kebun kelapa diduga akibat banyaknya kumbang tanduk (oryctes) yang berasal dari perusahaan PT Inecda.

"Kami masyarakat Desa Tani Makmur merasa dirugikan, meminta pertanggungjawaban kepada perusahaan. Masyarakat meminta ganti atas rusaknya kebun kalapa sawit dan kebun kelapa perbatang Rp500 ribu. Bagi kebun kelapa sawit yang rusak kami mohon kepada perusahaan untuk melakukan kerja sama dengan pola KKPA," kata Jumadi.

"Bagi kebun kelapa yang rusak, kami minta agar mengganti bibit sebagai ganti tanaman baru. Adapun rapat pada malam tadi dihadiri 40 orang juga dihadiri oleh kepala Desa Tani Makmur Boimin," lanjut Jumadi.

Masyarakat selama ini menuruti apa yang dianjurkan pihak perusahaan untuk mendata kebun masyarakat yang rusak.

"Untuk apa juga perwakilan perusahan mendata kalau hanya untuk bahan acuan kepada pimpinan atau atasannya saja. Bila dalam waktu dekat ini PT Inecda tidak segera mengganti kerugian kami, kami akan demo dan menututp akses jalan yang selama ini dilalui mobil angkut CPO PT Inecda," pungkasnya.

Penulis
: Heri
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
Tag:
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)