Ditemukan Makanan di Pasar Ramadhan Mengandung Bahan Berbahaya

datariau.com
1.838 view
Ditemukan Makanan di Pasar Ramadhan Mengandung Bahan Berbahaya
Rahmad
Pemeriksaan makanan di bazar Ramadhan yang mengandung bahan berbahaya.

SELATPANJANG, datariau.com - Masyarakat Kepulauan Meranti umumnya umat muslim yang tengah menghadapi bulan Ramadhan agar lebih berhati-hati memilih menu berbuka puasa. Pasalnya, sejumlah makanan takjil di bazar Ramadhan di Jalan Ahmad Yani, Selatpanjang ada ditemukan sampel yang mengandung bahan berbahaya yakni Rhodamin B atau pewarna tekstil.

Temuan ini setelah dilakukan pengecekan oleh petugas Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti, Senin (29/5/17) sore kemarin. Ada 9 sampel diambil karena penampilannya yang mencurigakan atau sangat mencolok.

Takjil itu berupa es teler, es warna pink, kue-kue berwarna mencolok, pempek, kue berwarna pink, panganan umbi-umbian, dan es doger. Sedangkan fokus petugas terhadap takjil yang akan dicek adalah bahan-bahan yang berbahaya dikonsumsi berupa Borax, Formalin, Rodhamin B, dan Metanil Yellow.

"Diantara 9 sampel yang kami ambil, satu yang mengandung Rodhamin B es berwarna pink," kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Ade Suhartian didampingi Kasi Kesehatan Lingkungan, Zulham Effendi ketika ditemui wartawan saat melakukan pengecekan di bazar Ramadhan.

Sampel yang ditemukan, lanjut Ade, akan disampaikan kepada pimpinan. Kepada pedagang yang kedapatan menjual takjil yang mengandung bahan yang berbahaya akan diberikan teguran dan pembinaan.

"Kita hanya memberikan teguran langsung kepada pedagangnya, tapi kita minta mereka jangan menggunakan bahan itu lagi (bahan-bahan yang berbahaya untuk dikonsumsi seperti pewarna pakaian)," tambah Zulham.

Selain itu, masyarakat juga dihimbau agar lebih berhati-hati dalam memilih menu berbuka puasa. Hindari makanan dan minuman (takjil) yang penampilannya tampak mencolok.

"Jangan sampai tertarik terutama pada makanan dan minuman yang warnanya sangat mencolok. Bahan berbahaya itu dapat merusak saluran pencernaan dan memicu penyakit kanker," pungkas Ade.

Penulis
: Rahmad
Editor
: Adi
Sumber
: Datariau.com
Tag:
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)