Besi Proyek Drainase di Air Molek Dikurangi dan Tidak Sesuai Bestek, Dinas PUPR Riau Sebut Masih Bisa Ditoleransi

datariau.com
2.017 view
Besi Proyek Drainase di Air Molek Dikurangi dan Tidak Sesuai Bestek, Dinas PUPR Riau Sebut Masih Bisa Ditoleransi
Heri
Besi drainase dikurangi tidak sesuai bestek.

RENGAT, datariau.com - Proyek pembangunan drainase di Jalan Jalur Dua Kota Air Moleh Inhu tidak sesuai bestek, karena adanya pengurangan pada pekerjaan tersebut. Atas kejadian ini, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Provinsi Riau mengaku bahwa pihaknya kecolongan.

"Mungkin yang dibilang masih batas toleransi itu begini, ada kalanya kesalahan yang bisa ditoleransi dan ada kesalahan yang tidak bisa ditoleransi, drainase di Molek ini kan tergolong pekerjaan skunder (bukan pekerjaan utama) atau sebagai pekerjaan penunjang dari pekerjaan utama yaitu pekerjaan jalan," terang Panji selaku pengawas dari Dinas PUPR Provinsi Riau melalui pesan elektroniknya kepada datariau.com, Jumat (10/11/2017) malam kemarin.

Diterangkan Panji, setelah ditinjau ulang dari kesalahannya, besi bagi yang dipasang 8 batang dengan besi bagi yang dipasang 13 batang tidak jauh berbeda kekuatannya alias tidak begitu berpengaruh dengan kekuatannya.

"Dan nominal dari kerugiannya pun masih tergolong kecil, karena sistem pembayaran dengan pihak rekanan adalah per satuan, jadi untuk item besi bagi dibayar sesuai jumlah yang dipasang saja," bebernya.

"Maka dari itu pembongkaran tidak dilanjutkan lagi. Tapi jika kesalahan fatal terjadi pada pekerjaan utama, seperti pekerjaan jalan aspal mungkin tidak ada toleransi, harap dimengerti, jelas," tanya Panji meyakinkan wartawan.

Namun dari keterangan Panji ini, tidak ada masalah saat material drainase dikurangi, dari 13 besi menjadi 8 besi, tentu melenceng dari Rencana Anggaran Biaya (RAB), apakah RAB saat ini tidak lagi diperlukan dalam suatu proyek karena bisa dilanggar begitu saja.

"RAB itu penting, tapi ketika menyimpang dari RAB tentu ada peninjauan ulang dan pengujian," jawab Panji.

"Kalau saya pribadi, saya tidak mau hasil dari produk yang saya awasi jelek. Saya inginkan kualitas nomor 1. Tapi kalau bapak berbicara kepentingan, saya rasa kalau cuma itu kesalahannya dan cuma segitu nominalnya tidak ada hubungannya dengan kepentingan, dan itu kan kesalahan pada pekerjanya, itu yang saya bilang kami kecolongan," tuturnya lagi.

Terkait kecolongan ini, mengapa dinas terkait bisa kecolongan, membuat publik berpikir kalau proyek drainase maupun aspal itu tidak pernah ditinjau ataupun diawasi oleh Dinas PUPR Riau, seperti PPTK, PTK, Konsultan, Pengawas atau lainnya, maka pekerja bebas melakukan apapun, salah satunya mengurangi besi, bahkan terungkapnya ada pengurangan besi ini dari warga yang ikut mengawasi kemudian dipublis di media massa, Panji tampak kesulitan menjelaskan.

"Kita setiap hari mengawasinya, tapi kan tidak bisa full 8 jam, bahkan sempat kita tegur, dan pekerja bilang nanti saat mau pengecoran ditambah," pungkas Panji.

Penulis
: Heri
Editor
: Agusri
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)