Beberapa Proyek Cuci Parit Dari Aspirasi Anggota DPRD di Inhu Dinilai Bermasalah

datariau.com
1.837 view
Beberapa Proyek Cuci Parit Dari Aspirasi Anggota DPRD di Inhu Dinilai Bermasalah
doc.
Salah satu proyek cuci parit di Inhu.

RENGAT, datariau.com - Pelaksanaan maupun peletakkan lokasi proyek Rehabilitasi Saluran Sekunder (Cuci Parit) yang berasal dari aspirasi Anggota DPRD di Kabupaten Inhu dinilai banyak menimbulkan permasalahan. Namun hingga kini belum ada penegasan dari dinas terkait maupun dari penegak hukum terhadap polemik di lapangan terkait proyek tersebut.

Dari data yang dihimpun tim datariau.com, untuk sementara ini ada tiga lokasi proyek cuci parit aspirasi DPRD Inhu yang bermasalah dan terkesan dikerjakan amburadul, yakni di Desa Pasir Kelampaian, Perkebunan Sei Parit dan Desa Pasir Bongkal.

Salah seorang tokoh masyarakat, Arifuddin,  mengaku sangat menyayangkan proyek yang gunakan uang negara dari hasil rakyat membayar pajak terkesan dikerjakan asal-asalan.

"Harapan kita, Dinas PU, Konsultan, Pengawas dapat lebih meningkatkan dalam pengawasan, karena banyak proyek cuci parit yang sedang berjalan saat ini tidak sesuai dengan RAB. Sepengetahuan, kita untuk proyek cuci parit harusnya memiliki lebar 4 meter dan dalam 2/3 meter, namun saat ini pelaksanaan proyek cuci parit tidak ada yang dijumpai sesuai dengan RAB," paparnya, Senin (17/7/2017).

Jika proyek itu dikerjakan asal-asalan, lanjut Arifuddin, yang rugi bukan saja masyarakat,  tapi pemerintah juga turut dirugikan.

"Untuk itu kita berharap penegak hukum, Inspektorat dapat perikasa kegiatan yang menggunakan uang negara tanpa kecuali," tegas mantan Anggota DPRD Inhu ini.

Arifuddin berharap instansi terkait dan aparat tidak menyepelehkan persoalan ini. Jika proyek dikerjakan asal-asalan dibirkan, maka akan muncul prasangka di tengah publik adanya dugaan permainan antara rekan kontraktor dengan dinas, konsultan dan juga pengawas.

"Demi majunya daerah kita, tidak ada salahnya penegak hukum maupun Inspektorat tekankan terhadap dinas, konsultan dan pengawas maupun rekan kontraktor untuk dapat berkerja secara profesional. Karena percuma saja proyek habis miliaran rupiah namun azas manfaatnya tidak bisa digunakan untuk jangka waktu lama oleh masyarakat, hanya berguna untuk sesaat," tutup Arifuddin.

Penulis
: Heri
Editor
: Agusri
Sumber
: Datariau.com
Tag:dprd inhu
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)