Beberapa Masyarakat Desa Talang Tujuh Buah Tangga Mulai Enggan Ikut Iuran

datariau.com
1.940 view
Beberapa Masyarakat Desa Talang Tujuh Buah Tangga Mulai Enggan Ikut Iuran
Heri
Surat pernyataan warga.

RENGAT, datariau.com - Beberapa masyarakat mulai enggan membayar iuran kepada kelompok solidaritas, dimana iuran itu sebagai dana untuk praperadilan lahan yang bermasalah dengan salah satu perusahaan di Desa Talang Tujuh Buah Tangga.

Bahkan dari Surat Pernyataan masyarakat Dusun l Desa Talang Tujuh Buah Tangga Kecamatan Rakit Kulim, dalam surat itu ia menyatakan keberatan dan tidak bersedia membayar uang pungutan kepada pengurus solidaritas di daerah itu.

"Alasan saya tidak mau membayar uang pungutan atau uang partisipasi oleh pengurus, dikarenakan kebun atau tanah saya tidak pernah ada permasalahan baik dari pemerintah Desa Talang Tujuh Buah Tangga maupun pihak perusahan PT Bukit Betabuh Sei Indah (BBSI)," katanya kepada datariau.com, belum lama ini.

Surat pernyataan itu tertanggal 16 Febuari 2018, yang ditanda tangani oleh salah seorang warga Desa Talang Tujuh Buah Tangga di atas matrai 6000.

Dari keterangan warga lainnya, bahwa warga yang membuat pernyataan itu sempat ikut iuran untuk prapengadilan sebesar Rp500 ribu yang dibayarkannya kepada pengurus solidaritas.

"Banyak masyarakat Desa Talang Tujuh Buah Tangga ini yang ikut partisipasi membayar untuk prapengadilan kepada diduga oknum dari pengurus solidaritas yang katanya untuk pengurusan permasalahan lahan dengan PT BBSI. Tapi, hingga kini permasalahan lahan tersebut tidak kunjung selesai, bahkan lahan tersebut sampai dikuasai PT BBSI, solidaritas mampu berbuat apa-apa," urainya.

"Sekarang ini banyak masyarakat Desa Talang Tujuh Buah Tangga yang kecewa, karena uang sudah dimintai, tapi permasalahan tidak ada bayangan titik penyelesaian," pungkasnya.

Belum ada keterangan dari pihak solidaritas terkait persoalan ini, bahkan saat dikonfirmasi salah seorang pengurus belum ada jawaban.

Penulis
: Heri
Editor
: Angga
Sumber
: Datariau.com
Tag:Iuran
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)