Akibat Dibiarkan, Kini Jalan di Depan Pasar Arengka Pekanbaru Kembali Diisi Pedagang

datariau.com
2.018 view
Akibat Dibiarkan, Kini Jalan di Depan Pasar Arengka Pekanbaru Kembali Diisi Pedagang
Kondisi jalan di Pasar Pagi Arengka. (foto: riauterkini.com)

PEKANBARU, datariau.com - Pasar Pagi Arengka kembali semrawut setelah beberapa waktu lalu sempat ditertibkan. Kini pedagang kembali berjualan di tengah jalan sehingga satu jalur di lokasi itu tidak bisa dilalui kendaraan.

Dikutip riauterkini.com, ada 500 pedagang yang menggelar lapaknya di sepanjang jalur lambat Pasar Pagi Arengka. Jika mereka membayar uang keamanan atau kebersihan dalam sehari sedikitnya Rp 5000 maka ada Rp 2,5 Juta uang yang masuk ke kantong oknum setiap harinya. Itu baru harian bagaimana jika dihitung bulanan dan tahunan.

"Padahal yang membersihkan kawasan untuk berdagang tersebut adalah Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan Dinas Lingkungan Hidup. Seharusnya pemerintah tegas, jika benar-benar tidak mampu menertibkannya legalkan saja dan dananya bisa jadi pendapatan asli daerah (PAD)," ungkap salah seorang aktifis mahasiswa di UR, Anne.

Miris memang, katanya, seharusnya sebagai teras Kota Pekanbaru keberadaan Pasar Pagi Arengka bisa mencerminkan bahwa kota ini adalah kota yang rutin meraih penghargaan Adipura sebagai kota yang bersih. Tapi kenyataannya itu hanyalah mimpi sang Walikota di siang bolong.‎ Pasalnya, di persimpangan Jalan Soekarno Hatta dengan Jalan Soebrantas tersaji kesan buruk dan joroknya Kota Pekanbaru.

"Apakah ini masih akan dibiarkan terus-menerus, hanyalah tuhan yang tahu. Karena jika menunggu kesadaran PKL untuk pindah dengan sendirinya sampai lebaran kuda pun mereka tidak ada pindah," pungkas Anne.

Di sisi lain, Kepala Bidang Pasar Disperindag, T Firdaus mengungkapkan bahwa untuk menertibkan kawasan pasar Pagi Arengka bukan semudah membalikkan telapak tangan, jika hanya mengandalkan Disperindag saja tentu itu tidak akan pernah selesai.

"Ini harus kita lakukan bersama, tim yustisi Pemko adalah solusinya. Dan sekarang kita sedang menyusun rencana untuk melakukannya," papar Firdaus.

Diakuinya, kawasan jalur lambat Pasar Pagi Arengka telah menjadi perhatian pihaknya sejak lama. Namun kurang solitnya koordinasi antar lini serta maraknya pembiaran membuat Pkl kembali menjamur dikawasan tersebut.

"Beberapa tahun yang lalu, Tim Yustisi telah berhasil menertibkan bangunan-bangunan semi permanen di kawasan tersebut. Tapi setelah itu tindaklanjutnya kurang solit sehingga terjadilah seperti ini," ujarnya.

Dalam waktu dekat pihak Disperindag akan melakukan koordinasi dengan seluruh pengelola pasar Pagi Arengka untuk membicarakan terkait Pedagang dan membersihkan jalur lambat dari pedagang.

"Insyaallah minggu depan ini akan kita lakukan, semoga ada dukungan dari mereka untuk merapikan kesemberautan ini," singkatnya.

Editor
: Agusri
Sumber
: Riauterkini.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)