Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Minta Warga Tenang, Waspadai Hoaks dan Kriminalitas Saat Blackout Sumatera

datariau.com
119 view
Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Minta Warga Tenang, Waspadai Hoaks dan Kriminalitas Saat Blackout Sumatera
Foto: Ist.
Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri.

PEKANBARU, datariau.com - Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri, meminta masyarakat tetap tenang menyusul pemadaman listrik massal atau blackout yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera sejak Jumat (22/5/2026) malam. Ia mengingatkan agar situasi tersebut tidak dimanfaatkan pihak tertentu untuk memicu keresahan di tengah masyarakat.

Menurut Azwendi, kondisi gelap akibat padamnya listrik dalam skala luas berpotensi dimanfaatkan oknum untuk menyebarkan informasi bohong hingga melakukan tindak kriminalitas. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan menjaga keamanan lingkungan masing-masing.

“Jangan ada yang memanfaatkan situasi ini untuk membuat kepanikan atau keresahan. Kita minta masyarakat tetap tenang dan saling menjaga keamanan lingkungan,” kata Azwendi, Sabtu (23/5/2026).

Baca juga:Listrik Padam Berjam-jam Tanpa Pemberitahuan, Warga Bagan Manunggal Keluhkan Pelayanan PLN


Ia juga menyoroti maraknya informasi simpang siur di media sosial selama blackout berlangsung. Azwendi meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap kabar yang belum jelas sumber dan kebenarannya.

“Termasuk potensi tindak kriminal saat kondisi gelap, ini harus sama-sama diantisipasi,” ujarnya.

Seperti diketahui, pemadaman listrik skala besar terjadi di sejumlah daerah di Sumatera sejak Jumat sekitar pukul 18.44 WIB. Gangguan tersebut berdampak pada aktivitas masyarakat di berbagai wilayah, mulai dari rumah tangga, pusat usaha, hingga layanan komunikasi dan internet.

Di Provinsi Riau, hampir seluruh kabupaten dan kota dilaporkan mengalami pemadaman mendadak. Bahkan hingga Sabtu siang, pemadaman bergilir masih terjadi di sejumlah titik di Kota Pekanbaru.

Warga mengeluhkan listrik yang padam bergantian dengan durasi mencapai sekitar lima jam di masing-masing wilayah. Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat terganggu, terutama pelaku usaha kecil yang bergantung pada pasokan listrik untuk operasional harian.

Baca juga:Keterangan Resmi PLN Soal Penyebab Blackout Sumatera 2026: Gangguan Transmisi di Jambi Jadi Pemicu


Sejumlah warga juga mengaku kesulitan mengakses jaringan internet dan mengisi daya perangkat elektronik akibat pemadaman berkepanjangan tersebut. Situasi itu memicu kekhawatiran masyarakat, terutama pada malam hari ketika sebagian kawasan berada dalam kondisi minim penerangan.

Azwendi mendesak pihak terkait segera mempercepat proses pemulihan pasokan listrik agar kondisi kembali normal dan roda perekonomian masyarakat tidak semakin terdampak.

“Kita berharap gangguan ini cepat teratasi sehingga aktivitas masyarakat bisa kembali berjalan seperti biasa,” tutupnya.***

Baca juga:Jejak Blackout di Indonesia Pernah Gelap Dua Hari: Mengapa Mati Listrik Massal Terus Berulang dan Apa Solusinya?
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)