SMM PANEL INDO

Udara Pekanbaru Tak Sehat, DPRD Minta Siapkan Skema Belajar Daring Saat Kabut Asap

datariau.com
167 view
Udara Pekanbaru Tak Sehat, DPRD Minta Siapkan Skema Belajar Daring Saat Kabut Asap
Foto: Endi
Anggota Komisi III DPRD Pekanbaru, Lindawati.

PEKANBARU, datariau.com - Memburuknya kualitas udara di Kota Pekanbaru hingga membuat siswa PAUD, SD dan SMP harus mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau secara daring mendapat dukungan sekaligus perhatian DPRD Pekanbaru.

Anggota Komisi III DPRD Pekanbaru Lindawati meminta Dinas Pendidikan (Disdik) dan pihak sekolah tidak hanya mengambil langkah secara situasional, tetapi juga menyiapkan skema pembelajaran darurat yang jelas jika kualitas udara kembali memburuk.

Menurut Lindawati, kondisi kualitas udara di Pekanbaru dapat berubah sewaktu-waktu sehingga pemerintah dan sekolah harus memiliki kesiapan dalam menghadapi kondisi tersebut. Kebijakan pembelajaran daring, kata dia, harus dapat diterapkan dengan cepat ketika kualitas udara sudah tidak aman bagi aktivitas siswa di luar ruangan.

“Keputusan PJJ itu tepat dan kita dukung demi keselamatan anak-anak. Kalau kualitas udara kembali memburuk seperti yang terjadi sekarang, tentu kita harus mengutamakan kesehatan dan keselamatan anak-anak. Karena itu, sekolah perlu memiliki skema yang jelas sehingga tidak selalu mengambil keputusan secara mendadak,” kata Lindawati, Senin (24/8/2026).

Baca juga:Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk, Siswa PAUD hingga SMP Belajar Daring Senin Ini


Ia menilai pembelajaran daring dapat menjadi salah satu solusi sementara untuk melindungi siswa dari paparan udara yang tidak sehat. Namun, pelaksanaannya tetap harus memperhatikan efektivitas proses belajar mengajar.

“Jangan sampai karena kondisi udara buruk, anak-anak tidak belajar. Tetapi jangan juga dipaksakan datang ke sekolah kalau kondisi udara memang tidak memungkinkan,” ujarnya.

Srikandi NasDem itu juga meminta Disdik Pekanbaru melakukan pemantauan kualitas udara secara berkala dan menjadikan kondisi tersebut sebagai salah satu dasar dalam menentukan kebijakan pembelajaran.

Baca juga:Hari Ini Presiden Prabowo Berangkat ke Pekanbaru Cek Penanganan Karhutla di Riau


Menurutnya, keputusan untuk menerapkan pembelajaran daring maupun kembali ke sekolah secara tatap muka harus berdasarkan kondisi dan data kualitas udara yang aktual.

“Harus ada indikator yang jelas. Kalau kualitas udara sudah tidak sehat, bagaimana langkah sekolah, berapa lama pembelajaran daring dilakukan dan kapan bisa kembali tatap muka. Ini harus disiapkan,” jelasnya.

Lindawati juga mengingatkan pihak sekolah agar membatasi aktivitas siswa di luar ruangan apabila pembelajaran tatap muka kembali diberlakukan ketika kualitas udara belum sepenuhnya membaik.

Baca juga:Asap Tebal Selimuti Pekanbaru, Ditlantas Polda Riau Bagikan Ribuan Masker kepada Masyarakat


Ia berharap Pemko Pekanbaru melalui Disdik dapat menyusun prosedur atau skema belajar darurat yang dapat digunakan setiap kali terjadi kondisi udara buruk akibat jerebu maupun faktor lainnya.

“Harapan kita ada kesiapan dari sekarang. Jangan menunggu kondisi udara memburuk baru mencari solusi. Anak-anak harus tetap mendapatkan hak pendidikannya, tetapi kesehatan mereka juga harus menjadi prioritas,” sebut Lindawati.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)