Tempat Wisata Pekanbaru Ditutup, Ketua DPRD Minta Walikota Tidak Tebang Pilih

datariau.com
285 view
Tempat Wisata Pekanbaru Ditutup, Ketua DPRD Minta Walikota Tidak Tebang Pilih

PEKANBARU, datariau.com - Ketua DPRD Pekanbaru Hamdani MS SIP meminta Pemerintah Kota Pekanbaru tidak tebang pilih dalam mengeluarkan sebuah kebijakan.

Pasalnya, surat edaran yang dikeluarkan Pemko Pekanbaru tentang penutupan taman wisata/rekreasi dari tanggal 17 Mei hingga 23 Mei 2021 mendatang dinilai telah merugikan pedagang kecil yang berjualan di area tersebut.

"Kita berharap Pemko Pekanbaru untuk melihat mana yang lebih menjadi skala prioritas dalam sebuah kebijakan yang dikeluarkan sehingga tidak menimbulkan kecemburuan bagi masyarakat," kata Hamdani, Selasa (18/5/2021).

Sebagaimana diketahui, Pemko Pekanbaru mengeluarkan surat edaran (SE) Nomor: 1586/STP/SEKR/V/2021 tentang penutupan taman rekreasi/wisata dan peniadaan kegiatan pada gedung pertemuan/hotel dan convention center mulai dari tanggal 17 Mei sampai 23 Mei 2021 mendatang.

Terbitnya surat edaran otomatis menyebabkan para pedagang kecil di tempat hiburan rakyat seperti RTH Kaca Mayang dan RTH Tunjuk Ajar tidak dapat berjualan.

Menurut Hamdani, Pemko Pekanbaru seharusnya lebih mengkaji kebijakan dengan yang tidak menimbulkan kecemburuan bagi masyarakat. Artinya, benar-benar dilaksanakan tanpa harus tebang pilih.

"Ya, otomatis para pedagang kecil yang berada di RTH itu tidak bisa berjualan dan tidak dapat makan. Sebab, efek penutupan taman rekreasi itu sangat terasa betul bagi para pedagang kecil," ujarnya.

Politisi PKS ini juga menyarankan Pemko Pekanbaru agar melakukan kajian ulang kembali terhadap para pengusaha kecil rakyat yang berada di RTH Kaca Mayang dan RTH Tunjuk Ajar. Banyak pedagang kecil yang mengeluh karena taman rekreasi ditutup, sementara tempat pusat perbelanjaan diizinkan beroperasi.

"Ini harus lebih dikaji lagi oleh Pemko. Tempat-tempat rakyat seperti di RTH itu tentu tidak serta merta harus ditutup. Mungkin ada semacam edukasi bagi mereka (pedagang) untuk bagaimana bisa lebih menjaga protokol kesehatannya. Jadi bukan pelarangan, seharusnya ada regulasi perwako terkait new normal ini," jelasnya. (end)

Tag:
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)