SMM PANEL INDO

Kabut Asap Makin Parah, dr Meiza Desak Pemko Pekanbaru Siagakan Posko Terpadu: Penanganan Jangan Hanya Bagi-bagi Masker

datariau.com
166 view
Kabut Asap Makin Parah, dr Meiza Desak Pemko Pekanbaru Siagakan Posko Terpadu: Penanganan Jangan Hanya Bagi-bagi Masker
Foto: Endi
Anggota DPRD Pekanbaru dari Fraksi PKS, dr Meiza Ningsih, MKed, SpTHT-BKL.

PEKANBARU, datariau.com - Kondisi kabut asap yang menyelimuti Kota Pekanbaru semakin mengkhawatirkan. Pemerintah Kota Pekanbaru didorong tidak hanya mengandalkan pembagian masker, tetapi segera menyiapkan paket kebijakan terpadu untuk menangani dampak kabut asap terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat.

Dorongan tersebut disampaikan Anggota DPRD Pekanbaru dari Fraksi PKS, dr Meiza Ningsih, MKed, SpTHT-BKL, Kamis (8/10/2026).

Menurut dr Meiza, kondisi udara Pekanbaru yang semakin pekat membutuhkan langkah penanganan yang lebih terkoordinasi. Salah satu langkah yang dinilai penting adalah pembentukan Posko Terpadu Kabut Asap Kota Pekanbaru.

Posko tersebut diusulkan melibatkan berbagai instansi, mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Pendidikan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), pemerintah kecamatan dan kelurahan, BMKG, hingga TNI-Polri.

“Kondisi Pekanbaru saat ini sudah semakin parah dan pekat ya, usulan kepada pemerintah kota sebaiknya tidak hanya soal membagikan masker, tetapi dibuat paket kebijakan penanganan dampak asap. Buatkan posko terpadunya dan petugas harus standby,” kata dr Meiza.

Ia menilai keberadaan posko terpadu penting agar pemerintah dapat melakukan pemantauan sekaligus mengambil langkah cepat apabila kondisi kualitas udara semakin memburuk.

Selain itu, koordinasi lintas instansi diperlukan untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang jelas mengenai kondisi udara, layanan kesehatan, perlindungan kelompok rentan, hingga kebijakan di sektor pendidikan apabila kualitas udara sudah membahayakan.

Kabut Asap Bisa Picu Gangguan Pernapasan


Sebagai dokter sekaligus anggota DPRD Pekanbaru, dr Meiza menyoroti dampak kesehatan yang dapat ditimbulkan akibat paparan kabut asap.

Salah satu dampak yang paling sering muncul adalah gangguan pada sistem pernapasan. Paparan asap dapat memicu peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), dengan gejala seperti batuk, pilek dan sakit tenggorokan.

Kondisi tersebut juga berpotensi lebih berat bagi masyarakat yang sebelumnya memiliki gangguan kesehatan tertentu.

Penderita asma, bronkitis maupun Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), misalnya, dapat mengalami perburukan kondisi ketika terpapar kualitas udara yang buruk.

“Paparan kabut asap dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari iritasi ringan hingga penyakit pernapasan dan jantung yang serius,” sebut dr Meiza.

Tidak hanya saluran pernapasan, partikel yang terdapat dalam asap juga dapat mengganggu kesehatan mata. Masyarakat yang terpapar dapat mengalami mata merah, perih dan berair.

Paparan asap juga berpotensi menimbulkan iritasi pada kulit dan memperburuk penyakit kulit tertentu.

Dalam jangka pendek, kualitas udara yang sangat buruk juga dapat berdampak terhadap kondisi kesehatan tertentu, termasuk meningkatkan tekanan darah. Sementara paparan dalam jangka panjang dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk penyakit jantung dan stroke.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)