Sejumlah Pedagang Tolak Pemindahan CFD ke Kampung Bandar, Rizky Bagus Oka: Ini Bukan Solusi, Tapi Ancaman Ekonomi Rakyat!

datariau.com
552 view
Sejumlah Pedagang Tolak Pemindahan CFD ke Kampung Bandar, Rizky Bagus Oka: Ini Bukan Solusi, Tapi Ancaman Ekonomi Rakyat!
Foto: Endi
Anggota Komisi II DPRD Pekanbaru, Rizky Bagus Oka.

PEKANBARU, datariau.com - Rencana Pemerintah Kota Pekanbaru yang akan memindahkan kegiatan Car Free Day (CFD) ke kawasan Kampung Bandar di tepi Sungai Siak mendapat gelombang penolakan dari berbagai kalangan. Khususnya, bagi pedagang sebagai pelaku UMKM di kawasan CFD selama ini.

Para pelaku UMKM yang selama ini menggantungkan hidup dari keramaian CFD di kawasan Gajah Mada dan Diponegoro, menyuarakan protes keras terhadap wacana tersebut. Heriza, salah seorang pelaku usaha yang aktif berjualan setiap akhir pekan pun angkat bicara.

"Kami para pelaku usaha di CFD merasa tidak pernah diajak bicara, tiba-tiba muncul rencana pemindahan. Ini bukan sekadar pindah lokasi, tapi ini menyangkut hidup orang banyak. Bukan cuma saya, kawan-kawan sesama pedagang pun menolak. Kami sepakat, CFD jangan dipindahkan!" seru Heriza, belum lama ini.

Menanggapi gelombang penolakan dari para pelakuUMKMtersebut, Anggota Komisi IIDPRD PekanbaruRizky Bagus Okaikut berkomentar dan langsung menyatakan sikap menolak keras rencana pemindahanCFDyang dilakukan tanpa kajian menyeluruh.

"Saya mendengar langsung aspirasiUMKM, dan saya akan suarakan tanpa kompromi.CFDhari ini sudah menjadi ruang ekonomi yang tumbuh alami, jangan diacak-acak hanya demi simbolik atau eksperimen kebijakan yang belum tentu berhasil," kata Bagus Oka, Sabtu (12/4/2025).

Menurutnya,CFDbukan hanya ruang olahraga, melainkan juga zona produktif ekonomi rakyat kecil yang memberikan penghidupan bagi ratusan pelaku usaha dan keluarga mereka.

Berdasarkan data yang dihimpun, lebih dari 300UMKMaktif berpartisipasi diCFD, dan sebagian besar tidak memiliki alternatif lokasi berjualan lain yang seefektif itu.

Rizky Bagus Okajuga menilai Kampung Bandar belum siap untuk dijadikan dan masih perlu waktu dan pembenahan untuk bisa menjadi destinasi wisata budaya yang ideal.

Ia menyarankan agar kawasan tersebut dikembangkan sebagai lokasi event budaya dan heritage, bukan menggantikan fungsiCFD.

"Kalau mau hidupkan Kampung Bandar, jangan bunuh yang sudah jalan.CFDdan Kampung Bandar bisa hidup berdampingan. Pemerintah harus adil dan punya arah yang jelas," ucapnya.

Politisi Gerindra yang duduk sebagai Anggota Komisi IIDPRD Pekanbarubidang perekonomian ini menyatakan bahwa dirinya siap mengawal dan memperjuangkan suara pelaku-pelakuUMKMdi Kota Pekanbaru.

"Yang pasti, setiap kebijakan yang merugikan rakyat akan kita lawan.CFDitu adalah milik masyarakat, bukan alat eksperimen kebijakan," tutup Bagus Oka. (end)

Penulis
: Endi Dwi Setyo
Tag:CFD
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)