Reses Syafri Syarif di Tuah Madani - Binawidya: Banjir, Tapal Batas dan Fasilitas Pendidikan Menjadi Sorotan

datariau.com
92 view
Reses Syafri Syarif di Tuah Madani - Binawidya: Banjir, Tapal Batas dan Fasilitas Pendidikan Menjadi Sorotan
Foto: Endi
Anggota DPRD Pekanbaru dari Fraksi Golkar, Syafri Syarif SE, saat reses di dapil-nya, Tuah Madani - Binawidya, beberapa waktu lalu. 

PEKANBARU, datariau.com - Anggota DPRD Pekanbaru dari Fraksi Golkar, Syafri Syarif SE, menampung banyak keluhan masyarakat saat turun melaksanakan kegiatan reses di dapil-nya, Tuah Madani - Binawidya.

Dalam agenda reses masa sidang kedua tahun 2025/2026 tersebut, Syafri Syarif mengungkapkan ada tiga persoalan utama yang paling banyak disampaikan warga. Diantaranya masalah banjir, kejelasan tapal batas wilayah, serta kebutuhan fasilitas pendidikan.

Persoalan banjir menjadi keluhan yang cukup serius, terutama di wilayah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Kampar. Warga berharap adanya penanganan yang lebih maksimal agar banjir tidak terus berulang.

“Masalah banjir ini menjadi perhatian utama, khususnya di wilayah perbatasan dengan Kabupaten Kampar. Warga berharap ada solusi konkret agar persoalan ini tidak terus terjadi,” kata Syafri kepada datariau.com saat diwawancarai, Senin (13/4/2026).

Selain itu, persoalan tapal batas wilayah hingga kini juga belum menemukan kejelasan. Kondisi ini berdampak langsung pada ratusan kepala keluarga (KK), khususnya di Kelurahan Sidomulyo Barat dan Sialang Munggu.

Menurut Syafri, ketidakjelasan administrasi membuat warga mengalami kesulitan dalam mengurus berbagai keperluan, termasuk pembayaran pajak.

“Warga ini serba sulit. Mau bayar pajak ke Kampar tidak bisa, ke Pekanbaru juga ditolak. Sementara selama ini pembangunan justru berasal dari APBD Pekanbaru,” jelasnya.


Ia menilai persoalan tapal batas ini harus segera diselesaikan oleh pemerintah daerah terkait agar tidak terus merugikan masyarakat.

Sementara, di sektor pendidikan, Syafri juga menyoroti minimnya sekolah, khususnya di Kelurahan Sialang Munggu, Kecamatan Tuah Madani.

Dengan jumlah penduduk yang mencapai sekitar 44 ribu jiwa, wilayah tersebut belum memiliki Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri.

“Ini menjadi persoalan krusial. Dengan jumlah penduduk yang besar, Sialang Munggu belum memiliki SMP negeri. Ini tentu harus menjadi perhatian pemerintah,” tegasnya.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)