Puluhan Gepeng hingga Pak Ogah Terjaring Razia, Ketua DPRD Dorong Pemko Pekanbaru Lakukan Langkah Konkret

datariau.com
1.389 view
Puluhan Gepeng hingga Pak Ogah Terjaring Razia, Ketua DPRD Dorong Pemko Pekanbaru Lakukan Langkah Konkret
Foto: Endi
Ketua DPRD Pekanbaru, Muhammad Isa Lahamid ST MH.

PEKANBARU, datariau.com - Sebanyak 47 gelandangan pengemis (gepeng) hingga pak ogah terjaring dalam Operasi Penertiban Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (P2KS) yang digelar oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pekanbaru bersama tim gabungan Satpol PP, Polresta Pekanbaru dan Kodim Pekanbaru.

Menanggapi razia besar-besaran tersebut, Ketua DPRD Pekanbaru Muhammad Isa Lahamid ST MH meminta Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru untuk melakukan langkah konkret dan penangagan yang serius agar gepeng, anak terlantar, pak ogah manusia silver tidak lagi mencari nafkah di jalanan.

“Kita berharap pemerintah kota bisa memberikan layanan supaya mereka tidak lagi turun ke jalan. Kita ingin kondisi kota tidak semakin semrawut, tapi di sisi lain, kita juga harus memahami bahwa mereka ini orang-orang yang tidak punya pilihan,” kata Isa Lahamid, Selasa (21/10/2025).

Menurut Isa, keberadaan gepeng dan manusia silver yang kerap ditemukan di perempatan jalan atau kawasan publik merupakan kelompok rentan yang seharusnya mendapatkan perlindungan dari negara.

“Dalam Undang-Undang disebutkan orang miskin dan terlantar dipelihara oleh negara. Jadi memang ada tanggung jawab kita di sini," sebutnya.

Ia menilai Pemko Pekanbaru memiliki pekerjaan rumah besar untuk memastikan masyarakat yang hidup dalam keterbatasan tidak perlu turun ke jalan demi memenuhi kebutuhan hidupnya.

“Ini menjadi PR besar bagi Dinas Sosial dan pemerintah kota bagaimana Pekanbaru ini tidak ada lagi masyarakat yang tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup mereka, kemudian harus turun ke jalan mencari nafkah,” ujarnya.

Politisi PKS ini juga menyoroti fenomena maraknya aktivitas meminta-minta di perempatan lampu merah yang kerap memanfaatkan tingginya budaya sedekah masyarakat Pekanbaru. Ia menyebut ada indikasi kelompok atau sindikat yang mengorganisir praktik tersebut.

"Pekanbaru ini menjadi kota yang menarik bagi sekelompok orang. Yang sangat kita sayangkan, ada oknum masyarakat atau bahkan sindikat yang memanfaatkan momen ketika masyarakat gemar bersedekah di pinggir jalan. Ini harus menjadi perhatian bersama,” tutup Isa. (end)

Penulis
: Endi Dwi Setyo
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)