DPRD Pertanyakan Proyek Pasar Induk Pekanbaru Mangkrak

datariau.com
501 view
DPRD Pertanyakan Proyek Pasar Induk Pekanbaru Mangkrak
Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Rois.
PEKANBARU, datariau.com - Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru Rois, mempertanyakan proyek pembangunan Pasar Induk Kota Pekanbaru yang mangkrak. Menurutnya, keadaan ini menyebabkan persoalan di tengah masyarakat.

"Sekarang sudah memberikan masalah lingkungan dan juga kenyamanan masyarakat," kata Rois, Kamis (15/7/2021).

Disebutkan politisi PKS ini, bahwa Komisi I dan Komisi IV sempat melihat kondisi Pasar Induk yang mangkrak itu beberapa waktu lalu, Rois menyebutkan bahwa jika pembangunan pasar induk ini tidak sesuai dengan desain awal serta tidak memperhatikan Garis Sempadan Bangunan (GSB).

"Ini beresiko, dan bisa menyebabkan banjir, lalu jalan menjadi rusak karena air mengalir terus ke jalan sehingga membutuhkan waktu seminggu baru kering. Ini disebabkan karena bangunan menghalangi aliran air," terang Rois.

Rois meminta Pemko Pekanbaru melakukan duduk bersama dengan kontraktor mempertanyakan komitmen kontraktor apa masih bisa melanjutkan pekerjaan atau angkat bendera putih.

"Kalau tidak bisa harus tegas ganti dengan perusahaan lain. Ini periode kepemimpinan Firdaus-Ayat sudah mau berakhir, pasar induk belum juga selesai," pungkasnya.

Pembangunan pasar induk ini dilaksanakan oleh PT Agung Rafa Bonai (ARB), seharusnya sudah selesai pada tahun 2018 silam, namun hingga 2021 ini belum juga selesai.

Di awal lelang tahun 2016 lalu, PT ARB sejatinya memulai pekerjaan pada Oktober 2016. Namun, karena persoalan administrasi, kerjasama dengan sistem build operate transfer (BOT) itu baru dikerjakan pada 2017.

Meski sudah diberi waktu, namun sampai kini pasar induk tak juga kunjung selesai.

Proyek Pasar Induk ini dibangun di atas lahan seluas 3,2 hektare dan memakan biaya mencapai Rp 94 miliar. (red)
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)