PEKANBARU, datariau.com - Warga yang berada di Jalan Rajawali, Kecamatan Sukajadi, beramai-ramai mengadu ke Komisi IV DPRD Pekanbaru saat tengah melakukan kunjungan lapangan proyek galian IPAL, Selasa siang (7/12/2021) kemarin.
Mayoritas warga mengaku sangat dirugikan akibat pekerjaan proyek galian IPAL tersebut. Sebab, sudah hampir sebulan akses jalan menuju Jalan Melur maupun ke Jalan Durian ini ditutup total oleh pihak kontraktor pelaksana akibat adanya kendala dalam proses pengerjaan galian air limbah tersebut.
Ditambah lagi, pengerjaan proyek galian IPAL ini tak kunjung tuntas diselesaikan oleh pihak kontraktor dan sudah memakan waktu selama dua tahun.
Tentu hal ini membuat warga semakin menjerit dan dirugikan akibat dampak pengerjaan IPAL ini. Mulai dari dampak lingkungan seperti banjir hingga kondisi jalan yang semakin rusak.
Belum lagi, dampak akibat galian air limbah ini juga membuat ekonomi masyarakat menurun drastis. Diantaranya usaha-usaha hingga toko yang berada disekitar proyek IPAL di Jalan Rajawali ini menjadi mati.
"Dari bangunan (kios) kita itu mengalami kerusakan akibat pekerjaan ini. Ditambah, biasanya disini belum pernah banjir, sekarang sejak ada galian ini ada banjir terus kawasan rumah kami tergenang," ujar salah seorang warga, Hadi.

Selain itu, Hadi yang berprofesi sebagai pedagang keripik dan oleh-oleh di lokasi pengerjaan galian IPAL di Jalan Rajawali ini juga mengalami kerugian yang drastis.
"Saat ini yang jelas dari segi omzet itu menurun drastis lah. Penurunannya itu sekitar 60 persen, ya pokoknya jauh kalilah menurunnya," ucapnya.
Hal senada juga diungkapkan warga lain yang memiliki usaha salon kecantikan. Bahkan, usaha salon tersebut tidak ada sama sekali pemasukan sejak akses jalan Rajawali ini ditutup selama sebulan.
"Tak ada pak, tak ada omzet kami selama ini ditutup," kata pemilik salon kepada rombongan Komisi IV DPRD Pekanbaru.
Warga berharap proses pengerjaan galian IPAL ini dapat segera dipercepat dan dituntaskan oleh pihak kontraktor.
"Masalahnya, pengerjaannya ini udah berlarut-larut dan sudah lebih setahun. Sementara di titik lainnya udah selesai dalam hitungan bulan, cuman kita disini saja yang lama. Tambah lagi, dijalan ini udah ditutup (total) selama sebulan," harap Hadi.
Sementara itu, Komisi IV DPRD Pekanbaru saat melakukan kunjungan lapangan ke Jalan Rajawali mengaku kecewa dan sangat menyesalkan progres pekerjaan dari pihak kontraktor pelaksana.
Setelah meninjau langsung dan mendengar keluhan masyarakat, Komisi IV DPRD Pekanbaru mendesak pihak kontraktor agar segera menuntaskan terlebih dahulugalian-galian berupa pasir dan sendimenlainnya yang telah dibuang ke drainase masyarakat.
Langkah ini diambil sebagai tindakan cepat agar masyarakat tidak lagi mengeluh dan semakin mempersoalkan pengerjaan galian IPAL tersebut.
"Ya, kita desak pihak kontraktor segera membersihkan dan menuntaskan dulu galian yang dibuang ke drainase ini. Kita akan lihat minggu ini, apakah parit-parit itu dibersihkan atau tidak," tegas Ketua Komisi IV Sigit Yuwono ST kepada pihak kontraktor. (end)